Dishub Tak Punya Anggaran Perbaikan Traffic Light

- Periklanan -

traffic light yang mati di simpang empat jalan S Parman-Setia Budi, Selasa (12/12). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Beberapa titik lampu lalu lintas di ruas jalan Kota Palu tidak berfungsi. Hal ini diakibatkan sejumlah proyek pelebaran jalan dan pemasangan box cuvert.

Pantauan Radar Sulteng, kondisi lampu lintas atau traffic light yang mati terjadi di simpang empat jalan S Parman-Setia Budi dan simpang empat Jalan Gajah Mada-Teuku Umar. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas menjadi semrawut, apalagi tidak adanya petugas kepolisian ataupun Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu yang stand by mengatur jalannya lalu lintas.

Dikonfirmasi Radar Sulteng,  Kadishub Kota Palu, Setyo Susanto mengatakan, memang jika terjadi kerusakan secara teknis menjadi wewenang dari Dishub untuk memperbaikinya. Akan tetapi, karena kerusakannya ditimbulkan karena proyek jalan, Setyo meminta ada bantuan dari pihak rekanan untuk memperbaiki traffic light tersebut.

- Periklanan -

“Bisa membantu kami jika memang kabelnya terputus, kita sudah tidak ada anggaran lagi,” kata Setyo Susanto pada Radar Sulteng, kemarin.

Setyo mengakui, telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu terkait bagaimana agar supaya bisa bersama-sama memperbaikinya kembali, karena Dishub benar-benar tidak ada anggaran lagi untuk menanggulangi kerusakan dari lampu traffic light ini. “Sudah banyak dari pihak kepolisian juga mengeluh ke saya. Jadi saya minta Dinas PU untuk kerjasama, yang penting bisa menyala terlebih dahulu,” jelas Setyo.

Hitung-hitungan Setyo jika memang kerusakannya karena kabelnya terputus tidak sampai puluhan juta rupiah, namun hanya berkisar di angka Rp5 jutaan.  “Kami belum mengecek apa masalah utamanya. Kalau putus juga berapa panjangnya atau putusnya robek, tidak mahal,” terangnya lagi.

Lampu traffic light di S Parman sendiri kata Setyo baru dipasang pada tahun lalu. Dia akan mengecek simpang-simpang empat yang krusial, sehingga akan diutamakan untuk pembenahannya. “Belum bisa pasang target bisa normal kembali, karena belum ketemu langsung dengan Dinas PU, kita usahakan secepatnya,” tutup Setyo. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.