Dishub Belum Bisa Terapkan Karcis Parkir

- Periklanan -

Salah seorang juru parkir di Kota Palu menata kendaraan roda dua yang diparkiran. (Foto: Mugni SUpardi)

PALU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu sebagai dinas terkait yang mengurusi perparkiran kewalahan mencari solusi untuk mengatasi peliknya masalah perparkiran di Kota Palu. Selama ini, dalam setiap bulan pendapatan yang didapatkan perparkiran tidak pernah mencapai Rp50 juta. Hanya mentok di angka Rp47 juta.

Padahal potensi pendapatan parkir dari jumlah jukir dan titik parkir sangat luar biasa. Rencana penggunaan karcis bagi seluruh jukir pun tidak bisa terealisasi dengan maksimal, disebabkan Pemkot belum bisa menggaji jukir.

Kepala Bidang Lalu Lintas (Lalin) Dishub Kota Palu, Yohan Wahyudi mengatakan harus diakui bahwa saat ini penghasilan jukir hanya didapatkan dari biaya parkir yang dikumpulkannya. Sehingga jika karcis harus diberlakukan, gaji bagi jukir akan terbengkalai. Yohan menjelaskan, jika sistem karcis berlaku, harus ada ketentuan gaji bagi jukir. Karena pendapatan parkir dari karcis harus keseluruhan masuk ke pendapatan daerah.

“Kita belum bisa terapkan karcis secara keseluruhan ke jukir karena hingga saat ini, pendapatan mereka (jukir, red) juga didapatkan dari biaya parkir dan pemerintah belum sanggup menggaji mereka,” kata Yohan Wahyudi, ditemui di ruangannya, kemarin (27/7).

Ke depan, kata Yohan, pihaknya hanya menarget setiap jukir. Misalnya dalam sehari, satu jukir mendapat 10 motor. 5 motor, biayanya akan menjadi pendapatan kota. Sedangkan, sisanya akan menjadi gaji bagi jukir tersebut. Karcis lanjut Yohan tetap akan diberikan kepada jukir namun jumlahnya terbatas dan sesuai target masing-masing jukir.

- Periklanan -

Yohan meminta keadaan ini bisa dipahami masyarakat. Yang terpenting kata Yohan, jukir mesti memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Soal penggunaan karcis kata Yohan, jangan terlalu dipermasalahkan.

“Masalah parkir ini sudah sangat mengakar. Awalnya saya target bisa selesaikan 3 sampai 6 bulan. Tapi benar-benar seperti benang kusung sehingga memerlukan waktu yang cukup lama. Tapi kita akan perbaiki ini secara bertahap,” jelasnya.

Dia mengakui potensi parkir sebenarnya banyak, jika terkelola dengan baik. Makanya kata dia, sejak beberapa bulan belakangan pihaknya memantau langsung titik-titik parkir yang memiliki potensi besar.

Menurut dia, pihaknya sudah memantau penghasilan parkir di beberapa titik. Hasilnya setoran parkir di beberapa titik akan ditingkatkan mulai Agustus ini.

“BNS dan Carrefour selama ini setor Rp1,5 juta per bulan. Mulai 1 Agustus, BNS kita patok di kisaran Rp3 sampai 4 juta, sedangkan Carrefour sebanyak Rp9 juta,” tegasnya.

Hal tersebut dilakukannya sembari terus memantau titik-titik parkir lainnya yang belum terkelola. Makanya kata dia, dengan cara seperti ini secara bertahap benang permasalahan perparkiran bisa diselesaikan sedikit demi sedikit.

“Kita akan tata ini. Sambil kita lihat potensi pendapatan daerah dari perparkitan,” demikian Yohan. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.