Disdukcapil Tolitoli Kehabisan Blangko e-KTP

- Periklanan -

TOLITOLI – Sudah sepekan lamanya blangko e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tolitoli habis. Sehingga masyarakat yang melakukan pengurusan baru terpaksa harus bersabar menunggu.

“Saya hanya mendapat keterangan, dari pegawainya, belum ada tanda-tanda pasti kapan blangko tersebut akan kembali tersedia. Terpaksa harus menunggu lagi,” kata salah seorang warga Moh Safari saat melakukan pengurusan e-KTP Senin (4/3).

Safari mengaku, sudah melakukan permohonan dan melengkapi berkas sejak pertengahan bulan lalu, namun saat akan mengambil e-KTP tersebut, ia mendapatkan jawaban jika blangko atau fisik KTP habis dan sedang menunggu pengiriman.

“Sudah sekitar seminggu blangkonya habis pak, kami sedang menunggu kepastian dari pusat. Tapi belum tau kapan pastinya bisa tersedia untuk Tolitoli,” jelas salah seorang staf yang minta namanya tidak dikorankan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kadisdukcapil Tolitoli Ashar Ambo Masse. Menurutnya, ketidak tersediaan blangko tersebut disebabkan habisnya kuota yang tersedia.

“Stok yang kami punya habis, kami sudah bermohon tapi sampai sekarang belum sampai. Saya tidak tau persis berapa jumlah blangko yang akan kami terima, yang jelas kami bermohon sekitar 10 ribu,” terang Ashar saat ditemui kemarin.

- Periklanan -

Ia menyebutkan, kalau pihaknya sudah berulangkali melakukan koordinasi dengan pihak Kementerian untuk menanyakan kapan blangko e KTP tersedia. Selama ini menurutnya, blangko KTP diterima karena dijemput bukan datang dan dikirim.

Ia memperkirakan kalau pekan depan kemungkinan besar blangko sudah akan tersedia.

“Saya perkirakan pekan depan mungkin sudah ada. Kalau antrean orang yang mau akan dicetak itu banyak juga ada sekitar 20 ribuan lagi. Kalau sudah datang ya dicetak lah langsung. Untuk sementara sebagai pengganti ya terpaksa yang bisa kita keluarkan hanya Suket (Surat Keterangan),”kata Ashar Ambo Masse.

Ashar mengatakan, kendati pihaknya tidak dapat melakukan pencetakan e-KTP, pelayanan perekaman tetap jalan. Sebab, warga yang belum melakukan perekaman cukup banyak.

Apalagi menurutnya, tahun ini merupakan ada hajatan politik, sehingga warga wajib memiliki e-KTP untuk dapat memilih sat pencoblosan nanti.

“Pelayanan perekaman jalan terus. Tidak ada istilah berhenti. Karena kita masih terus mengejar angka warga yang belum perekaman lewat pelayanan yang telah dilakukan selama ini, seperti upaya jemput bola,” jelasnya.(yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.