Dirut PDAM Donggala Akhirnya Diberhentikan Sementara

- Periklanan -

Karyawan PDAM Uwe Lino Donggala saat berdemo di Kantor Kejati Sulteng, Jumat (26/5). (Foto: Wahono)

DONGGALA –Akhirnya Bupati Donggala, Drs Kasman Lassa SH mengambil sikap terkait kisruh yang terjadi di internal PDAM Donggala dengan memberhentikan sementara Direktur Utama (Dirut) PDAM Uwe Lino Donggala, Arifin Abdurrahim. Pemberhentian tersebut merupakan rekomendasi dari DPRD Donggala setelah sebelumnya sejumlah karyawan PDAM Donggala mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Menurut Kasman, pemberhentian yang dilakukan juga mengacu pada Perda Nomor 5 tahun 2008. Kata Kasman, waktu pemberhentian tersebut selama satu bulan. Diwaktu yang cukup lama tersebut ada tim audit yang bekerja untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyalahgunaan hingga kerugian di PDAM. “Sambil menunggu hasil audit tersebut, kita berhentikan sementara Dirut PDAM. Ketika hasil audit mengatakan Arifin tidak bersalah, maka kita akan kembalikan yang bersangkutan sebagai Dirut PDAM,” ujarnya.

- Periklanan -

Lanjut Kasman, sebaliknya, jika ditemukan kerugian negara, maka Arifin akan diberhentikan secara tetap. Selanjutnya Pemkab akan kembali membuka penerimaan calon Dirut PDAM. “Jadi mekanisme yang kita tempuh sesuai dengan apa yang ada di dalam Perda tersebut,” terang Kasman.

Terkait dugaan asusila, menurut Kasman, kasus tersebut juga masih dalam proses dan harus bisa dibuktikan. Jangan sampai ada indikasi bahwa ada ikatan suka sama suka. “Semua tuntutan karyawan PDAM itu akan ditindak lanjuti. Tetapi yang perlu diingat, kita tidak bisa langsung berhentikan secara tetap, tetapi kita mengikuti prosedur dan mekanisme yang ada dalam Perda,” katanya.

Lebih lanjut kata Kasman, kekosongan jabatan Dirut PDAM saat ini telah di isi oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan, Rahman L Lugu, terhitung sejak Jumat (26/5) kemarin. “Sebaiknya memang lebih cocok Kepala Dinas Pendapatan karena terkait persoalan dana penyertaan,” ujarnya.

Disisi lain kata Kasman, Airifn juga telah melaporkan beberapa orang karyawannya dalam kasus pembongkaran ruangan Dirut PDAM. Pasalnya bertepatan dengan pembongkaran tersebut, uang senilai Rp 20 juta yang disimpan dalam laci raib. Pembongkaran itu juga kata Kasman, terlihat di CCTV sehingga kajadian tersebut sudah dilaporkan ke Polres Palu. “Selain dilaporkan, Arifin juga melaporkan kejadian pembongkaran ruangannya yang terjadi beberapa waktu lalu ketika dia berada di Mataram,” tandasnya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.