Dipindah Tugas, Buruh Pengangkut Sampah Mogok Kerja

- Periklanan -

MOGOK: Buruh sampah DLH Kota Palu melakukan mogok kerja dengan meninggalkan mobil armada sampah di halaman kantor wali kota, Selasa (17/1). (Foto: Safrudin)

PALU – Puluhan unit mobil operasional pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, terparkir di halaman kantor Wali Kota, Selasa (17/1) siang. Rupanya, sopir dan buruh sampah yang biasanya sejak pagi hingga sore mengangkut sampah, hari itu melakukan aksi protes sekaligus mogok kerja. Mereka tidak terima dengan rencana akan dipindahtugaskannya beberapa buruh.

Informasi yang diterima, pindah tugas segera dilakukan dalam waktu dekat. Alasannya terkait anggaran DLH pada 2017 yang dikurangi. Dengan demikian, mau atau tidak mau, akan ada buruh yang pindah tugas demi pengurangan karyawan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Musliman, membenarkan rencana akan pindah tugasnya beberapa buruh. Itu terkait anggaran tahun ini yang tidak lagi mencukupi untuk menggaji semua buruh yang ada.

“Kalau anggarannya tidak ada, kita mau gaji pakai apa? Tidak mungkin mau dipaksakan semua tetap kerja. Pasti nanti kecewa jika gajinya tidak ada,” kata Musliman ditemui di Kantor Wali Kota, Selasa (17/1).

Musliman merinci, mobil operasional DLH yang sekarang beroperasi ada 39 unit. Terdiri dari 22 dump truck dan 17 amrol. Setiap mobil dump truck memiliki 5 orang buruh. Sementara setiap mobil amrol memiliki 4 buruh.

- Periklanan -

“Untuk buruh dump truck tidak ada yang dipindah tugas, karena anggarannya sudah pas. Setiap mobil maksimal 5 buruh. Yang pindah tugas hanya buruh dari amrol,” kata Musliman.

Jumlah buruh yang ikut di mobil dump truck, memang sudah pas 5 orang. Sedangkan untuk mobil amrol cukup dipekerjakan 3 orang saja. Ada pengurangan satu orang setiap buruh yang bekerja di mobil amrol. Di tahun anggaran 2017, anggarannya hanya untuk 3 buruh di setiap mobil amrol.

“Setiap mobil amrol, ada 1 buruh yang dipindah ke tempat kerja lain. Nah masalahnya di situ, karena tidak ada yang mau dipindah,” ujar Musliman soal penyebab aksi mogok.

Untuk buruh yang dipindah tersebut, dirinya menyerahkan kepada sopir mobil amrol yang memilih siapa buruh yang tidak lagi dipakai. Namun anehnya, sopir juga tidak mau memilih buruh mana yang akan dipindah.

“Saya serahkan ke sopir yang pilih. Karena sopir amrol yang tahu kerja mereka. Tapi sopir tidak mau memilih. Makanya belum ada kepastian,” tambah Musliman.

Ada sekitar 17 buruh mobil amrol akan dipindah. Mereka bukan diberhentikan melainkan dipindah kerja ke SKPD lain. Sebagai bentuk protes, mereka melakukan mogok kerja dulu sampai masalahnya ada titik terang.

“Saya hargai keinginan mereka yang mogok sementara waktu sampai masalahnya selesai. Kami juga akan berusaha agar masalah ini cepat clear. Besok (hari ini, red) rencananya saya dan para buruh akan bertemu dengan Wawali untuk menyelesaikan masalah ini,” terang Musliman.(cr5)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.