Dipastikan Puasa Genap 30 Hari

- Periklanan -

DONGGALA – Pemantauan hilal di Gedung Hisab Kementerian Agama Provinsi Sulteng yang melibatkan unsur-unsur terkait seperti Lajnah Falakiyah, BMKG Geofisika Kelas I Palu, MUI, Pengadilan Tinggi Provinsi Sulteng, di Desa Marana Kabupaten Donggala, masih belum terlihat, Selasa (11/5/2021).

Plt Kepala Kantor Kemenag Sulteng, Dr Gasim Yamani M.Ag mengatakan sesuai penyampaian dari Lajnah Falakiyah bahwa hilal itu masih di bawah ufuk, dan karena itu dipastikan kemungkinan besok (Rabu 12 Mei) digenapkan puasa menjadi tiga puluh hari. “Jadi hari Kamis 14 Mei itu pasti lebaran karena genap 30 hari puasa. Hasil ini kita sampaikan di pusat untuk di sidang isbatkan malam ini (selasa malam),” jelasnya.

- Periklanan -

Sementara itu, Pengamat Meteorologi Geofisika Ahli (PMG) BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Bambang Haryono menambahkan secara teknis tim BMKG Geofisika Kelas I Palu belum bisa melihat hilal dikarenakan hilal sudah berada di bawah ufuk. “Jadi posisinya itu bulan mendahului terbenamnya matahari,” sebut Bambang Haryono.

Selain itu kata Bambang Haryono, konjuksi geometrisnya itu nanti terjadi pada pukul 02.00 wita atau Rabu dinihari, jadi sangat jelas hilal tidak dapat terlihat di pengamatan 11 Mei ini. “Jadi secara hisab atau perhitungan sudah dilakukan oleh Falakiyah, lembaga lain sekaligus BMKG posisi hilal itu ada di bawa 5 derajat, kita juga membuktikan langsung menggunakan teropong jadi bulan itu sudah lebih dulu terbenam,” jelasnya.

Dia menambahkan sesuai dengan intruksi BMKG pusat, pihaknya masih akan melakukan pengamatan pada 12 Mei di Tower BMKG Desa Marana, Kecamatan Sindue, Donggala. “Jadi tidak hanya menentukan bulan ramadan, tapi pengamatan setiap bulan itu tetap ada,” tutupnya. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.