Dinkes Latih Tenaga Medis Kegawatdaruratan Haji

- Periklanan -

PALU–Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan pelatihan terhadap dokter dan perawat dalam rangka peningkatan kapasitas/skill kegawatdaruratan SDM penyelenggara pelayanan kesehatan Haji, bekerjasama dengan Tim Brigade Siaga Bencana Kawasan Timur Indonesia I (BSB-KTI I) Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Sulteng, di Jln. Prof. Moh. Yamin Kota Palu, Jumat (18/10).

Kepala Dinas Kesehatan (Kadis Kesehatan) Sulteng, dr. Renny Lamadjido, berkesempatan membuka pelatihan yang diikuti para medis dari berbagai rumah sakit yang ada di Sulteng, diantaranya RSUD Anutapura, RSUD Tadulako, RSUD Undata, bahkan ada peserta yang datang dari daerah terpencil seperti RS Lumbi-Lumbia Kabupaten Banggai Laut (Balut).

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada para peserta yang mau datang untuk menimba ilmu yang sangat penting ini. Saya berharap semua peserta mengikutinya dengan serius. Karena ilmu seperti ini sangat berguna sekali, “ kata Renny Lamadjido.

Dikatakannya, penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2019 terbilang sukses karena mendapatkan empat penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi. Meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pertama, penghargaan terhadap upaya promotif preventif yang diberikan oleh Kemenkes Madinah. Penghargaan kedua, diberikan oleh Kemenkes Makkah kepada KKHI Makkah atas pelayanan kesehatan kepada jamaah Haji Indonesia. Ketiga, pengharagaan oleh KKHI Makkah atas pelayanan dan peralatan kesehatan yang disediakan. Keempat, penghargaan dari Muasassah Asia Tenggara atas pelayanan kesehatan di Makkah dan Armuzna. Sehingga sejak tahun 2016, Kemenkes telah menerima sepuluh penghargaan dari Arab Saudi.

- Periklanan -

Dijelaskannya, peran dan fungsi petugas kesehatan pada penyelenggaraan haji telah diperkuat dengan terbitnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 15 Tahun 2016 Tentang Istithaah Kesehatan jamaah Haji, sehingga kerja-kerja kita lebih terarah dan terkoordinasi dengan baik. Begitupun dengan peran tugas kesehatan pada keadaan kegawatdaruratan perlu terus ditingkatkan seiring dengan semakin majunya teknologi bidang kesehatan.

Secara nasional tambah Renny, hasil audit assistensi Kementerian Kesehatan penyelenggaraan kesehatan haji tahun 2019, salah satu yang menyolok adalah meningkatnya angka kematian jamaah di hotel-hotel saat berada di Arab Saudi yang disebabkan kurang pekanya petugas kloter dalam penanganan kegawatdaruratan. Kurang peka tersebut dipicu oleh karena kurangnya pengetahuan dalam menangani mekanisme kegawatdaruratan tersebut.

“Sehingga mendahului provinsi lain, hal ini langsung kami respon dengan melakukan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas dan skill kegawatdaruratan dasar pada SDM penyelenggara pelayanan kesehatan haji, “ paparnya.

Sementara itu, Ketua panitia pelaksana, H. Budiman, mengatakan materi yang akan disampaikan pada pelatihan ini adalah sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, materi trauma dan jantung yang meliputi pemeriksaan dan tindakan awal pasien trauma, penatalaksanaan awal jalan nafas, mekanisme cedera, trauma kepala, trauma thorax, trauma abdomen, trauma tulang belakang dan ekstremitas, trauma pada anak, trauma pada kehamilan, luka bakar thermal, EKG normal, dan aritmia jantung, serta pengenalan dan penanganan serangan jantung, dan pencegahan faktor risiko koroner .

Sedangkan materi pendukungnya adalah keracunan, situasi kritis “load and go” (transportasi penderita), tugas rutin perawat, triage skenario. Sedangkan skill stationnya adalah, airway breathing, bantuan hidup dasar (BHD), initial assessment/transportasi, EKG dan terapi elektrik. Selanjutnya evaluasi berupa pre dan post test dan ujian skill station. “Instruktur pada kegiatan pelatihan ini seluruhnya berasal dari instruktur yang tergabung dalam tim BSB-KTI I Makassar,” ungkap Budiman. (mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.