Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dinilai Lamban, Proyek Drainase Dalam Kota Dikeluhkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Tumpukan materian hasil galian drainase lama yang tidak habis terbuang masih tersisa bersama material pasir yang akan dilakukan pengecoran. Selain berbahaya bagi pengendara, debunya juga sangat mengganggu pengendara dan warga sekitar. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pekerjaan drainase penggunaan box culvert di sepanjang jalan S Parman dinilai lamban dan dikerjakan tidak profesional. Pekerjaan terkesan dikerja asal asalan tanpa memperhitungkan kondisi jalan yang padat lalulintas.

“Harusnya mereka fokus kerjakan disalah satu sisi jalan kemudian fokus ke sisi lainnya. Ini malah dibongkar semua kemudian tidak ditunjang dengan jumlah pekerja yang memadai,” kata Edy  salah seorang warga sekitar kepada Radar Sulteng, kemarin.

Diakui warga perbaikan drainase di ruas tersebut kemungkinan akan menyelesaikan masalah genangan air saat terjadi curah hujan yang ekstrem. Namun hendaknya kata Edy, dikerjakan tidak hanya berpatokan pada masa kontrak melainkan menyesuaikan kondisi jalan yang diakuinya setiap harinya padat lalulintas. Hal itu disebabkan ruas tersebut terhubung dengan jalan protokol.

Dari pantauan Radar Sulteng hingga pihak kontraktor membentangkan box culvert disepanjang galian, namun belum disertai dengan pekerjaan pengecoran tutup box culvert. Hanya terlihat beberapa buruh di lapangan. Di sisi lain baru terpasang papan lantai kerja penyangga tulangan tutup box culvert, serta bagian lain bentangan rangkaian pembesian yang belum dilakukan pengecoran.

“Dengan kondisi yang lamban seperti ini bisa dipastikan pekerjaan masih akan berlangsung lama. Harusnya mereka tambah tenaga supaya pekerjaan cepat selesai. Harusnya kalau dikerjakan dengan profesional, setiap 100 meter diikuti dengan cor plat penutup, supaya aktivitas lalulintas tidak terganggu, begitu juga masyarakat sekitar,” terang Edy.

Proyek yang tersebut dalam kontrak rehabilitasi jalan Thamrin-S. Parman dengan nilai kontrak Rp14.260.586.000 ini dikerjakan oleh PT Karya Baru Makmur (KBM). Dibagian lain ditemukan juga box culvert yang terpasang dalam kondisi retak.

Kontraktor  pelaksana pekerjaan Rudy Tjandra dihubungi mengaku pihaknya menggunakan box culvert dengan kondisi baik, jika terdapat kerusakan langsung dilakukan penggantian. Menurutnya pekerjaan proyek dikerja sesuai mekanisme. Ia memastikan pekerjaan akan selesai dengan waktu yang tidak terlalu lama lagi.

‘’Kalau ada yang rusak langsung kami ganti sebelum dipasang,’’kata Rudy Tjandra.(awl)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.