alexametrics Dinas PU Parimo Dinilai Tidak Profesional Saat Lelang Proyek – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dinas PU Parimo Dinilai Tidak Profesional Saat Lelang Proyek

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Ditolak karena alasan yang tidak tepat, disaat mengikuti lelang proyek di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), CV. Putra Tunggal Mandiri (PTM) melakukan Somasi ke Dinas PU dan meneruskan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Polres Parimo, atas pekerjaan sistem penangkapan air (broncaptering) di wilayah Kotaraya, Kecamatan Tomini dengan anggaran sekitar Rp 1,3 miliar.

Kuasa Direktur CV. PTM, Wahid menjelaskan, awalnya mengikuti lelang proyek pembangunan System penangkapan air (broncaptering) di wilayah Kotaraya Kecamatan Tomini, Kabuaten Parimo. Dan dalam proses lelang telah mengirimkan sanggahan yang dilakukan oleh Pokja, dengan menyatakan CV. PTM daftar personel pengalaman tidak sesuai dengan SIKI LPJK, sehingga pihak perusahan melakukan sanggahan sebagaimna sesuai dengan prosedur lelang.

“ Namun jawaban pihak Dinas PU masih normatif, tidak sesuai apa yang kami pertanyakan, misalkan aturanya itu dari mana, dengan mengunakan Aplikasi SIKI menjadikan pembanding,” katanya, Kamis (18/3) kemarin.

Sementara dalam tatacara dokumen tidak ada perbandingan dengan aplikasi SIKI. Kemudian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang digugurkan karena tidak terperinci berdasarkan peraturan Menteri. Namun ada peraturan Menteri yang terbaru dalam surat edaran nomor 22 tahun 2020 sudah jelas tidak ada penafsiran seperti hal tersebut.

“ Kalah menang sudah biasa, dan memang lelang ini adalah seperti kompetisi, namun harus ada alasan yang normative atau jelas kepada perusahaan,” kata Wahid.

Jadi permintaan dari pihak CV. PTM, untuk menggugurkan saat evaluasi bisa mencarikan dasar hukumnya seperti apa, karena dalam lelang tersebut, perusahan CV. PTM ada di urutan pertama.

“ Itulah yang menjadi pertanyaan kami ke Dinas PU, sebab kami sudah memenuhi dokumen, jadi dokumen bagaimna lagi yang diminta,” ujar Wahid.

Ia bahkan merasakan ada perbedaan yang dilakukan oleh Dinas PU Kabupaten Parimo, kenapa demikian, dikarenakan perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi tersebut telah sering turut andil dalam pembangunan diwilayah Sulteng, seperti pekerjaan milik proyek Kementerian, misalnya pembangunan Bandara Morowali, di Kabupaten Poso, dan daerah lainnya di Sulteng.

“ Kalau soal evaluasi lelang, baru saya dapatkan data SIKI ini menjadi perbandingan, ini saya dapatkan baru di Kabupaten Parimo, dan belum pernah saya dapatkan ditempat lain,” ungkapnya.

Olehnya dengan perbedaan inilah, membuat dirinya mengambil jalur Somasi juga, sebagaimana proses peraturan lelang dilakukan, yaitu surat Somasi juga sudah ditembuskan ke Polres Parimo dan kejari Parimo.

“ Sementara proses itu yang saya lakukan. Ini juga harus menjadi pelajaran bagi Dinas PU Parimo, saat memberikan jawaban kepada perusahaan juga harus jelas,” tambahnya.

Dan untuk perusahaan yang dikabarkan menang lelang juga diduga belum terdaftar pengalaman perusahaannya di LPJK pada Aplikasi SIKAP, jadi secara otomatis gugur. “ Bedanya adalah perusahaan saya di pengalaman personel bukan perusahaannya,” ungkap Wahid.(who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.