Dinas PMD Sulteng Evaluasi Penilaian Lomba Desa

Gelar Rakor Bersama Perwakilan Kabupaten/Kota

- Periklanan -

PALU – Untuk menuju desa yang kuat, mandiri dan berdaya saing diperlukan keseriusan untuk bekerja secara optimal dengan mengaplikasikan kebijakan yang telah disusun dan peran dari Pemerintah setempat sangat besar dalam pembinaan tata kelola pemerintahan desa.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Penataan dan Perkembangan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Nursia SPd saat membacakan sambutan Kepala Dinas PMD Sulteng, Zubair S.Sos M.Si, di pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) evaluasi perkembangan desa dan kelurahan tingkat Provinsi Sulteng tahun 2019. Kegiatan ini diikuti oleh Kepala Dinas PMD Kabupaten/ Kota, serta pejabat di lingkungan Dinas PMD Provinsi Sulteng dan narasumber.
“Melalui Rakor evaluasi perkembangan desa dan kelurahan saya berharap peserta agar dapat mengidentifikasi masalah atau kendala yang ada di lapangan, kita melakukan evaluasi untuk penilaian lomba desa sekaligus juga mencairkan solusi-solusinya,” kata Nursia.
Tahun 2019 ini adalah tahun ketiga diimpelementasikannya pelaksanaan epdeskel/lomba desa terkait dengan peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 81 tahun 2015. Epdeskel/lomba desa merupakan media pendorong bagi warga di desa. Melalui lomba desa ini terlihat kemajuan, kemandirian, keberlanjutan, pembangunan, kesejahteraan masyarakat serta daya saing desa dan kelurahan. Hal ini dapat terlihat karena sebelum mengikuti lomba desa harus terlibat dahulu melalui tahapan evaluasi diri di desa dan kelurahan masing-masing.
“Hasil evaluasi diri inilah yang menginformasikan kepada kita semua kemajuan desa yang bersangkutan. Oleh karena itu saya berpesan agar hasil evaluasi yang telah bapak ibu lakukan hendaknya mengikuti aturan yang telah disusun dalam Permendagri No.81 tahun 2015,” lanjut Nursia.
Melalui evaluasi ini, maka bagi desa yang dinyatakan cepat berkembang dapat disertakan dalam lomba desa. Lomba desa tahun 2019 ini diharapkan dapat semakin obyektif dari tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, Nursia menyebutkan, lomba desa ini adalah harus memahami apa yang menjadi esensi lomba ini, yaitu bahwa melalui lomba desa ini terevaluasilah kinerja desa tersebut.
“Sehingga dapat diketahui sampai sejauh mana affirmative kita terhadap perkembangan desa. Melalui lomba desa ini terevaluasi lah komitmen dan konsistensi kita terhadap perkembangan desa. Evaluasi melalui lomba desa ini dapat dikatakan merupakan barometer bagi kinerja kita bersama, baik itu pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Pemerintah Desa itu sendiri,” sebutnya.
Kepala Dinas PMD Provinsi Sulteng, Zubair menambahkan, Rakor ini merupakan kegiatan rutin dan kepada peserta harus fokus terhadap diskusi dan menyampaikan pandangannya masing-masing. Dia meminta perwakilan dari setiap Kabupaten dan Kota dapat menyampaikan segala kekurangan atau kesiapan yang belum maksimal, kepada pihaknya di Provinsi. “Sehingga dapat menjadi perbaikan-perbaikan ke depan, kami harap waktu ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” jelas Zubair. (acm/adv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.