Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Dinas KIPS Sulteng Gelar Pelatihan Membuat Berita Mitigasi Bencana

SIGI-Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (KIPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), baru saja menggelar pelatihan penyusunan berita berbasis mitigasi bencana, yang dilaksanakan sehari di Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, Selasa (27/8).

Kepada Radar Sulteng, Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi dan Saluran Komunikasi Publik Dinas KIPS Sulteng, Hasyim, menjelaskan, pelatihan diikuti 50 orang peserta, yang berasal dari pejabat/pelaksana Dinas Kominfo Kota Palu, pejabat/pelaksana Dinas Kominfo Kabupaten Sigi, dan pejabat/pelaksana kecamatan/kelurahan/desa di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palu dan Kabupaten Sigi.

“Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta, yang berasal dari pejabat Dinas Kominfo Kota Palu dan pejabat Dinas Kominfo Kabupaten Sigi, serta pejabat pelaksana kecamatan/kelurahan/desa di lingkup Pemerintah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, “ jelas Hasyim.

Panitia pelaksana, kata Hasyim, menghadirkan dua orang narasumber yakni Adha Nadjemuddin, wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara, dan Masnawati, SE, Kepala Bagian (Kabag) Umum Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulteng.

Kegiatan pelatihan, dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) KIPS Sulteng, Faridah Lamarauna, SE., M.Si. Dalam sambutannya, Kadis mengatakan, pertama, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman aparatur dalam menyusun berita untuk dipublikasikan melalui media sosial (medsos). Kedua, memberikan pemahaman teknis kepada aparatur dalam menginformasikan seluruh aktivitas atau kejadian yang terjadi di wilayah kerja masing-masing kepada publik melalui medsos.

Adapun tujuan yang diharapkan, papar Hasyim, adalah pertama, mewujudkan sinergitas antara Dinas KIPS atau Dinas Kominfo Sulteng dengan Dinas Kominfo kabupaten/kota. Kedua, memberikan pemahaman teknis kepada aparatur tentang tata cara penulisan berita yang baik sehingga dapat menjadi “wartawan” di kantor sendiri. Selanjutnya mampu membuat berita untuk didistribusikan kepada publik melalui medsos.
Ketiga, seluruh kegiatan yang dilakukan di kantor masing-masing dapat dibuatkan berita, kemudian didistribusikan kepada publik melalui medsos. Dengan harapan, dapat diketahui oleh masyarakat secara luas, sekaligus menangkal berita hoax. Keempat, aparatur dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai tata cara menghadapi gempa bumi melalui medsos, sehingga dapat menjadi pembelajaran mitigasi gempa bumi kepada masyarakat.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.