Dikira Manekin, Mayat Pria Ditemukan di Drainase

- Periklanan -

PALU – Masyarakat Jalan Sungai Surumana, Kelurahan Bayoge, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Minggu (21/1) sekitar pukul 14.00 wita, digemparkan dengan penemuan mayat pria yang diperkirakan berusia (30 tahun).

Tim Inafis Polres Palu dan anggota piket Polsek Palu Barat melakukan evakuasi mayat ke Mobil Ambulans. (Foto; Wahono)

Awalnya, mayat terapung dengan posisi tertelungkup di drainase sekitaran jalan tersebut dikira manekin (patung peraga untuk menampilkan berbagai macam jenis baju yang biasa dipajang di toko atau pusat perbelanjaan).

Informasi yang dihimpun koran ini, barang bukti berupa handphone yang terdapat di kantong celana korban, dan cincin yang masih terpasang di jarinya. Namun hingga saat korban dilakukan evakuasi oleh tim Inafis Polres Palu, belum ada pengakuan dari keluarga korban, sehingga identitas korban belum dapat diketahui.

Saksi yang pertama menemukan korban, Rahmat, menjelaskan, dirinya tidak mengira dengan sosok yang dikira sebelumnya hanya sebuah manekin. “Di sini ada kedukaan, dan selama kedukaan ini tidak ada keributan ataupun perkelahian. Bahkan selama ada tamu undangan makan, tidak ada bau yang menyengat di tempat ini,” ungkapnya.

- Periklanan -

Rahmat mengatakan, saat kedukaan selesai, ia melanjutkan untuk bersih-bersih sekitaran tenda yang digunakan untuk kedukaan. Saat melakukan penumpukan kursi, dirinya melihat ke arah drainase, ada kecurigaan dengan sosok badan yang mengapung.

“Awalnya saya kira hanya patung yang digunakan toko pakaian. Sebab tempat ini tidak jauh dari Palu Plazza. Saat saya bersama dengan teman saya, memastikan dengan lebih dekat, ternyata mayat,” ujarnya.

Kapolsek Palu Barat Iptu Sudirman menjelaskan, bahwa diperkirakan mayat baru 2 hari dua malam, dan umur sekitar 30 tahun. Dirinya belum dapat memastikan penyebab kematian korban, bahkan identitas belum diketahui.

“Saat ini kami masih melakukan identifikasi dan melakukan pemeriksaan para saksi. Karena mayat ditemukan masih dengan badan yang kaku, maka belum dinyatakan lama, dan belum ada bau busuk sangat menyengat. Saat ini jenazah kami bawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan visum,” ungkapnya.

Sementara Kapolres Palu AKBP Mujianto menerangkan, untuk sementara mayat sudah berada di Rumah Sakit Bayangkara Polda Sulteng untuk dilakukan Visum atau otopsi, guna mengetahui penyebab kematian korban. “Sementara barang bukti milik korban yang berupa satu buah jam tangan, uang tunai sejumlah Rp58  ribu, dan 1 buah HP merek Oppo saat ini sedang diamankan oleh Polres Palu guna proses penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.