Dikira Lumpur Ternyata Buaya, Digigit Deh….

- Periklanan -

Riski (21) ditemui di rumahnya kemarin menunjukan kakinya yang diterkam buaya pada Minggu (5/6) malam sekitar pukul 23.50 Wita. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Moh Riski (21) masih menahan rasa sakit di kaki kanannya, akibat luka robek terkena gigitan buaya pada Minggu (5/6) malam. Kejadiannya sekitar pukul 23.50 Wita di rumahnya RT 02 RW 04, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat. Akibatnya, betis kanan Govi-sapaan akrab-Riski harus mendapat penanganan medis dengan delapan jahitan. Dia pun kini menjalani rawat jalan.

Kronologisnya, malam itu pemuda lulusan SMKN 3 Palu ini hendak naik ke atas rumah. Kondisi di depan rumahnya saat itu banjir akibat luapan Sungai Palu. Ketinggian air kurang lebih satu meter. Tinggal lima langkah menjangkau tangga rumah panggung miliknya, Govi terasa menginjak sesuatu di dalam air.

“Karena penasaran, saya sempat injak-injak dulu sampai tiga kali. Begitu kali ketiga menginjak benda aneh itu, kaki sebelah kanan saya terasa diterkam dan tak lepas. Tapi saya berusaha melepaskan kaki saya dari mulut buaya dan berlari menuju rumah,” cerita Govi ditemui Radar Sulteng di rumahnya kemarin.

Warga yang mendengar teriakan Govi bahwa ada buaya yang menggigitnya, tidak berani lagi menerobos air. Warga sempat ketakutan untuk memberi pertolongan. “Tidak ada yang berani, karena ada buaya,” sambungnya.

- Periklanan -

Lanjut Govi, sesudah kejadian itu dia sempat terkapar dan pingsan sebelum dilarikan ke RSUD Anutapura mendapat penanganan medis sekitar pukul 01.00 Senin dini hari.

“Malam itu saya ingin pulang tidur, tapi justru mendapat musibah saat hendak naik ke rumah. Perkiraan saya lumpur  kasar. Rupanya buaya, panjangnya sekitar tiga meter begitu,” sebutnya. Setelah mendapatkan perawatan di UGD RSUD Anutapura, Govi pun diperbolehkan pulang ke rumah oleh dokter.

Ibunda Govi, Dg Baji menambahkan, saat kejadian dia tak berada di rumah. Dia sedang di rumah anaknya yang lain. Apalagi saat itu kondisinya kurang sehat.

“Hanya ada ayah dan kakaknya saja. Mereka sempat memberi odol di kaki yang kena gigitan,” kata Dg Baji.

Ali Ramli, ayah Govi mengakui keberadaan buaya tersebut yang sempat masuk ke pemukiman warga melalui gorong-gorong. Apalagi ketinggian air saat itu sangat mendukung.

“Warga sempat panik, tetapi lambat laun dengan surutnya air, buayanya juga mungkin sudah pindah ke Sungai Palu lagi,” terang Ali Ramli. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.