Dikira Kayu, Tapi Saat Ditarik Ada Kaki

Rezky Tersangkut Jaring Nelayan di Muara Sungai

- Periklanan -

PALU – Adhe Rezky alias Bojes (13) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sekitar pukul 08.50 wita, Senin (13/1), kurang lebih 1,3 kilometer dari titik jatuhnya atau sekitar 50 meter dari lokasi jembatan Palu IV ke arah timur.

Korban bersama dua temannya bermain di Sungai Palu tepatnya berada diantara Kelurahan Besusu dan Ujuna pada Minggu (12/1) usai mencari ikan. Namun keasyikan bermain dengan cara melompat ke sungai, tiga orang remaja ini terbawa arus sungai. Petaka bagi Adhe Rezky, dia tak selamat dan dinyatakan tenggelam.

Penemuan remaja kelahiran 12 Januari 2007 ini, bermula dari Amsar (51), nelayan Lere, yang saat itu sedang mencari udang. Amsar yang membuang jaringnya ke air dengan cara melintang ini pada saat ditarik terasa berat, dirinya kaget saat mencari tahu karena ada kaki manusia yang muncul dari dasar laut. “Sudah tertanam ini korban, tersangkut di mata rumpon, saat kita tarik rumpon ikut juga korban ke atas, karena pertama terasa berat saya kira kayu besar, rupanya hanya kaki yang muncul duluan,” kata Amsar kepada Radar Sulteng.
Karena menemukan mayat, Amsar langsung memanggil tim SAR di dekat jembatan IV yang juga sedang melakukan pencarian.
“Panggil tim SAR di dekat jembatan kalau ada mayat ini, sekitar jam 9 begitulah,” lanjut Amsar.
Setelah dipastikan tim SAR dan keluarga yang ikut mencari memang benar, bahwa mayat tanpa baju dan hanya menggunakan celana ini adalah Adhe Rezky. Korban langsung dievakuasi ke daratan, kemudian di bawa ke rumah neneknya di Jalan Sungai Bongka, Ujuna. Kemudian jenazah disalatkan usai zuhur di masjid At Taqwa, jalan Sungai Lewara. Keluarga dan teman-teman almarhum mengiringi ke pemakaman di TPU Pogego, jalan Datu Adam. Isak tangis pun tak terbendung setelah proses pemakaman selesai.
Kepala Sekolah MTs DDI Ujuna, Ninuk Handayani turut berbelasungkawa atas nama pihak sekolah.

Kata Ninuk, dua teman almarhum yang hampir menjadi korban juga tak lain adalah kakak kelasnya. “Sangat memprihatinkan. Jadi saya dengar kabar itu kemarin (Minggu, red) siang, ada teman yang telepon, karena dengar dari FB, kebetulan ada guru saya di Ujuna saya pastikan apakah beritanya benar atau tidak, dan guru saya ini mengecek ke lokasi dan ternyata benar, korbannya Adhe Rezky kelas VII,” ujar Ninuk.

Di mata Ninuk, almarhum ini jika di sekolah anaknya agresif, dan cukup aktif, sampai-sampai semua kelas diajak untuk berteman, padahal dia masih kelas VII. Dalam seminggu terakhir ini kata Ninuk, karena baru masuk sekolah pasca libur, almarhum ini hadir terus, meskipun agak lambat tetap datang. Terakhir dia berbincang pada Sabtu (11/1) usai jam olahraga.

“Jadi sebelum belajar dia tidak pakai sepatu, saya sempat tegur kenapa, rupanya dia perlihatkan kakinya ada luka,” terang Ninuk lagi.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Palu, Basrano menambahkan, titik lokasi korban ditemukan nelayan masuk dalam radius pencarian tim SAR gabungan di hari kedua pencarian. Apalagi pencarian juga difokuskan ke arah muara, tetapi di sekitar sungai juga tetap menjadi prioritas.

- Periklanan -

“Sama dengan rencana yang telah kita buat, share map yang kita desain juga masih masuk di area ditemukan korban,” sebutnya.

Dan sesuai hasil yang diperoleh tim SAR gabungan bahwa korban ada di mulut muara, sudah hampir keluar di Teluk Palu. Jaraknya dari titik lokasi jatuhnya tidak terlalu jauh, sekitar 1300 meter atau 1,3 kilometer. Menurut Basrano, mengapa dikatakan tidak terlalu jauh, karena dengan arus sekuat dalam pencarian harusnya korban terseret sudah lebih jauh. Cuman tidak boleh juga mengabaikan arus balik pasang surut air laut.

“Jadi mungkin jarak dari lokasi jatuh yang harusnya mungkin sudah lima kilometer, tapi karena ada arus balik dari pasang air laut memberi pengaruh pergeseran objek itu,” jelasnya.

Basrano juga mengungkapkan, menjadi kesyukuran tersendiri dan ada sisi positifnya Teluk Palu ini banyak nelayan yang beraktivitas, sehingga dapat membantu proses pencarian lebih cepat.

“Mereka yang memberikan informasi ke kita, dari informasi itulah tim SAR gabungan yang sudah di muara ada tiga tim mengecek informasi apakah benar bahwa sosok manusia yang mengapung di air ini adalah korban,” ungkapnya.

Sepintas dari penglihatan Basrano tidak ada luka yang serius di tubuh Adhe Rezky. Apalagi mengingat di sungai adalah habitat buaya muara, yang dikhawatirkan menjadi mangsanya.

“Alhamdulillah kita masih bersyukur, Rezky ini belum tersentuh dengan namanya binatang buas yang ada di sini, tidak ada tanda tanda itu, ini merupakan kehendak tuhan,” tutupnya (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.