PERISTIWASULTENG

Diharapkan Memimpin Kembali Kabupaten Buol

POCDCAST : Mantan Bupati Buol ketiga, H. Amran Batalipu (kanan), saat diwawancarai di podcast Radar Sulteng, bersama host Ronny Sandi, Jumat (13/05/2022). (FOTO : TASWIN/RADAR SULTENG)
Dilihat

PALU-Kehadiran mantan Bupati ketiga Kabupaten Buol, H. Amran Batalipu, di podcast Radar Sulteng mendapat respon positif dari warga net. Ada lebih dari 10.000 follower yang mengikuti dan menonton podcast Radar Sulteng yang dipandu Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Radar Sulteng, Ronny Sandi.

Sejak flayer podcast Radar Sulteng diviralkan, banyak warganet atau netizen di media social (medsos) Facebook menunggu tayangnya podcast, dengan topik “Perdana, Amran Batalipu Bicara”. Yah perdana karena baru kali ini dan satu-satunya podcast di Indonesia menampilkan Bupati Buol periode 2007-2012, yang dijuluki Bapak Pembangunan Kabupaten Buol itu muncul di media secara live.

Selama kurang lebih satu jam Amran Batalipu bicara. Magnet memang. Mengapa dia sangat dipuja di daerahnya di Kabupaten Buol. Mengapa dan kenapa Ketua DPRD Buol dua periode ini disambut gembira oleh masyarakat yang pernah dipimpinnya, padahal dia baru saja keluar dari Lapas Sukamiskin Jawa Barat.

Podcast Radar Sulteng mencoba mewawancarainya, mengapa sampai dia dijuluki Bapak Pembangunan ? Oh ternyata, dia mampu menjawab semua kebutuhan masyarakat Kabupaten Buol saat itu, dengan berbagai program gresnya.

Dari ujung perbatasan Kabupaten Buol dengan Tolitoli yakni Desa Lakuan Buol hingga ke perbatasan Kabupaten Buol dengan Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Provinsi Gorontalo, Amran Batalipu disamput dan dielu-elukan, dipeluk, dicium, dan disambut air mata bahagia, air mata kerinduan, munculnya kembali orang yang dianggap selama ini menjadi pahlawan di daerah yang mekar sebagai Daerah Otonomi Baru (ODB) bernama Kabupaten Buol pada tahun 1999 itu.

“ Saya pas tiba di Bandara Mutiara SIS Aljufri disambut begitu banyak masyarakat, ingin bertemu dengan saya. Begitu juga saat tiba pertama kali di Buol, “ ucap Amran kepada Ronny Sandi yang menjadi host di podcast hari itu, Jumat (13/5/2022).

Selama, kurang lebih sejam penuh, Amran bicara soal program kerja sebagai kepala daerah saat itu sehingga kiprahnya tidak pernah dilupakan orang, meski dia mendapat musibah di masukan dalam sekolah, seperti yang diungkapkannya di podcast, di Lapas Sukamiskin.

Programnya yang terungkap, mulai dari pendidikan gratis, memberikan beasiswa kepada para siswa dan mahasiswa untuk belajar dan menyelesaikan studynya. Menyekolahkan anak-anak ke negeri Yaman untuk belajar tentang agama Islam.

Kemudian program sosial keagamaan, Bupati Amran saat itu menaikan haji para imam Masjid dan pegawai Syaraa. Begitu juga para Pinatua, Pendeta untuk agama Kristen diberikan tunjangan hidup setiap bulannya. Para pandita agama Hindu dan Budha, tak luput dari perhatiannya, juga mendapatkan instensif setiap bulan.

Bahkan, Amran berusaha membangun sebuah masjid terbesar di Buol yaitu masjid Agung., Di jaman Amran Batalipu gagasan pembangunan masjid ini mulai dirintis. Yaitu dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Buol tahun 2008 oleh Agung Laksono, Ketua DPR RI dan juga Ketua Partai Golkar saat itu.

Selain bidang pendidikan, di bidang kesehatan juga menerapkan kesehatan gratis, dalam rangka meringankan masyarakat dari beban biaya kesehatan saat itu. Hingga memekarkan desa dan kecamatan baru, agar akses kesehatan bisa tersentuh.

“Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Buol kami bangun di tengah sawah saat itu. Makanya kami juga secara beriringan membangun sarana dan prasarana jalan. Agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD Buol ini, “ paparnya.

Di bidang hukum, Amran Batalipu meloby pemerintah pusat agar hadir dan dibangunkan Pengadilan Negeri. Pengadilan Negeri Buol dibangun di tengah kota, dan diresmikan oleh Prof. Bagir Manan. “ Ketua Mahkamah Agung waktu itu bapak Prof. Bagir Manan bersama isterinya datang meresmikan penggunaan Pengadilan Negeri Buol, “ ucap Amran.

Dia beralasan, bahwa membangun Pengadilan Negeri di Buol, karena dirinya melihat warganya yang tersangkut masalah hukum harus berpayah-payah pergi ke Tolitoli yang jaraknya ratusan kilometer dan harus ditempuh selama 4 hingga 5 jam. Belum lagi badan pegal-pegal saat menempuh perjalanan yang sangat jauh itu.

Di bidang infrastruktur, Amran Batalipu menggagas pembangunan secara permanen (struktur beton, red) dua jembatan di Buol yang sangat strategis yaitu jembatan Buol dan jembatan Desa Negeri Lama, yang saat itu lantainya masih kayu. Serta jalan dari perbatasan Buol dengan Gorontalo Utara sampai ke Desa Bodi di Kecamatan Paleleh Barat Kabupaten Buol.

“ Ini dua jembatan selalu hancur setiap tahun, karena masih terbuat dari kayu. Bayangkan saja, mobil truk dan dumtruk hampir saban hari melewati jembatan ini. Saya harus lakukan sesuatu, dan saya melobby ke pemerintah pusat di Kementerian PUPR agar kami dapatkan jatah jembatan. Ini jembatan sebenarnya akan dibangun di Papua. Tetapi karena kami mengajukan proposal dan usulannya sangat urgen hingga kami dapatkan jatah jembatan ini, ditambah peningkatan jalan Bodi-Paleleh. Jembatan bantuan luar negeri pun jadi di Buol, dan sekarang bisa dinikmati oleh masyarakat saya, “ tuturnya.

Infrastruktur lainnya yang dibangun oleh Amran Batalipu adalah pembangunan Kantor Bupati dan pembangunan kantor Dinas dan Badan di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Buol. Kantor Bupati dibangun di atas gunung, sedangkan perkantoran Dinas dan Badan di bawah gunung, dipersawahan waktu itu.

“ Saya waktu itu bangun Kantor Bupati ditanya sama pak Gubernur Paliuju, ini kamu bangun kantor mu ini pakai dana apa. Adakah di APBD ? Saya bilang tidak ada. Kan harus ide dan gagasannya dulu. Kemudian saya wujudkan dengan actionnnya. Sudah ada galian pondasi dan rencananya semua. Akhirnya saya dipanggil pak Gubernur Paliudju ke Palu untuk bahas pembangunan ini. Dan Alhamdulillah saya didukung penuh dan mendapatkan berbagai serpihan dana dari Kementerian Dalam Negeri, hingga pembangunannya bisa diselesaikan, “ ulas Amran.

Selanjutnya, di bidang olahraga dan kepemudaan, Amran mampu mengharumkan nama Kabupaten Buol di kancah nasional. Dengan organisasi klub sepakboola bernama Persatuan Sepakbola Kabupaten Buol (Persbul), dimulailah kiprah klub kecil ini di gelanggang nasional. Dimulai dari Devisi 3 saat itu (sekarang Liga 3) tahun 2007. Perlahan tapi pasti, di Rayon Devisi 3 Persbul lolos dan juara di Stadion Singa Perbangsa Jawa Barat, sebagai saksi bisu. Di tahun kompetisi 2008, Persbul sudah berada di Devisi 2, dan menjadi juara, beranjak maju ke Devisi I. Sekitar dua tahun berkiprah di Devisi I, dan pada tahun kompetisi 2010 hingga 2012 Persbul mengenyam Devisi Utama.

“ Setelah bapak Ali Nouk, saat itu Wakil Bupati meminta saya secara aklamasi menjadi Ketua Umum PSSI dan Persbul Buol, saya mulai bergerilya mencari pelatih dan pemain muda Buol untuk pembentukan tim, masuk dalam skuad Persbul Buol. Perlahan dari Devisi 3 saat itu, hingga Devisi Utama PSSI. Ini keberhasilan jejak-jejak Persbul di liga elit nasional persepakbolaan tanah air, “ paparnya.

Dititik ini, sayang Persbul tidak mengikuti kompetisinya, disaat yang sama Pilkada 2012 digelar, dan Amran Batalipu bersentuhan dengan hukum. Setelah dirinya didakwa melakukan upaya gratifikasi dengan manajemen PT Hardaya Inti Plantatiaon (PT. HIP).

“ Persbul Buol tidak mau main waktu itu di Devisi Utama. Kemudian, Persbul dilanjutkan bapak H. Abdullah Batalipu, Wakil Bupati Buol saat ini, hingga kini. Namun Persbul dikeikutsertaannya di Liga 3 lalu didiskualifikasi, karena menggunakan pemain yang bermasalah, “ bebernya.

Selain membangun klub sepakbola yang mampu berbicara ditingkat nasional. Amran juga bersama timnya menyempurnakan Stadion Kuonoto, homebase atau kandang klub Persbul Buol menjadi lapangan sepakbola berstandar internasional.

Salah satu kelebihan Stadion Kuonoto kedap air, yakni saat pertandingan meskipun hujan deras seharian lapangan tetap kering, tidak digenangi air. Karena, di bawah lapangan saat dibangun kurang lebih 2 meter digali dan dipasangi ijuk di seluruh lapangan ini. Begitu juga dengan rumput lapangan, dicari rumput yang berkualitas.

Hingga kini, Stadion Kuonoto masih tetap berdiri. Tetapi suatu saat Persbul Buol harus membangun stadion baru yang lebih representatif sesuai dengan perkembangan zaman. Ada beberapa lokasi sudah diincar PSSI Buol bersama pengurus Persbul untuk dijadikan stadion baru.

Ekspektasi masyarakat Buol kini mengharapkan Amran Batalipu kembali berkiprah di panggung politik. Tidak asal berkiprah, tetapi menjadi kepala daerah seperti yang pernah dilakoninya. Mengenai hal ini, Amran mengatakan telah memiliki planning politiknya di tahun 2024 sebagai tahun politik.

Meski begitu, kata Amran, ketika masih di Lapas Sukamiskin dirinya sebenarnya tidak mau terjun lagi di panggung politik. Tetapi, setelah kembali ke masyarakat usai bebas. Ternyata masyarakat begitu tinggi harapannya kepada Amran Batalipu untuk kembali memimpin negeri Pogogul, julukan Kabupaten Buol.

“ Respon dan harapan masyarakat agar saya kembali berpolitik, dan menduduki kembali sebagai Bupati Buol sangat tinggi. Masyarakat mencium saya, dan menangis memeluk saya. Nah, ada survei menyebut elektabilitas saya saat ini 80 persen, “ ucapnya.

Amran pun merasa terpanggil, setelah melihat kenyataan di daerah yang ditinggalkannya sampah menggunung, pengangguran dimana-mana, kemiskinan masih ada. Harus ada orang yang peduli dengan kondisi keprihatinan ini. Siapa lagi yang diberi tanggungjawab untuk mengentaskan sampah, pengangguran, dan kemiskinan.

“ Saya lihat sampah berserakan dimana-mana, tidak diurus. Ada pengangguran, disertai kemiskinan. Kasihan negeri ini, “ ungkapnya.

Amran tidak menampik bila diberi umur yang panjang akan bersama masyarakat Buol, untuk bersama-sama membangun Buol kembali. Ia tidak asal berucap, tetapi dia merujuk dari pelajaran berhaga yang dialaminya, yaitu masalah hukum yang pernah menjeratnya. Amran memahami, bahwa hak-hak warga negara yang dimilikinya masih ada pada dirinya. Inilah pintu masuk menuju panggung politik yang membesarkannya.

“ Hak politik saya tidak dicabut. Nah berdasarkan amanah Undang-undang Dasar 1945 yang berhak mencabut hak politik seseorang adalah Pengadilan. Dari Pengadilan Negeri Tipikor Palu, Pengadilan Jakarta, sampai di Mahkamah Agung alhamdulillah hak politik saya tidak dicabut oleh pengadilan. Alhamdulillah saya sudah bebas murni, dan bisa mencalonkan. Apakah sebagai calon anggota legislatif maupun menjadi calon kepala daerah, “ paparnya.

“ Tetapi semuanya berpulang kepada Allah SWT. Allah lah yang menentukan, “ tegasnya.

Harapan Amran dalam clossing statemennya, kepada masyarakat Buol dimana saja berada mari kita bersatu. Buol punya sumber daya alam dan berbagai potensi yang kaya.

“ Seorang pemimpin Buol yang baik Insya Allah akan sejahtera rakyat Buol. Selamat tinggal kemiskinan. Kuncinya, pemerintah harus melayani masyarakat, “ serunya.

“ Kedua, mari kita jaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Buol, dalam bingkai silaturahim, mewujudkan persatuan dan kesatuan, “ pungkasnya.(mch)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.