Dihantam Banjir, Irigasi di Kecamatan di Bukal Diperbaiki

- Periklanan -

TOLITOLI – Setelah sempat mengalami kerusakan cukup parah akibat dihantam arus banjir berkali-kali, proyek pembangunan infrastruktur Daerah Irigasi (DI) di Desa Winangun, Kecamatan Bukal akhirnya kembali diperbaiki oleh PT.Fajar Raya Usaha Nusa (FRUN) selaku rekanan.
Amatan pada lokasi tersebut, tampak aktivitas perbaikan kembali dilakukan PT. FRUN dengan mengerahkan sebuah eksavator, lima unit truk serta puluhan pekerja tampak sibuk mengerjakan perbaikan bronjong maupun talud irigasi yang sempat mengalami kerusakan.
Khusus untuk perbaikan bronjong, tampak sebagian para pekerja terlebih dahulu fokus memasang tanggul penahan dari karung berisi pasir, guna menghalau arus air, agar mudah memperbaiki dan merakit kembali rakitan susunan bronjong.
“Sebenarnya perbaikannya tidak memakan waktu terlalu lama, cuma karena kondisi disini tidak menentu. Sementara dikerja, tiba-tiba datang kepala banjir, terpaksa harus berhenti. Satu minggu ini saja, terhitung sudah tiga kali terjadi banjir. Tapi sedikit lagi, Inshaa Allah sudah bisa selesai perbaikannya,” Tutur Lutfi salah seorang pekerja saat ditemui kemarin.
Ia mengungkapkan, bahkan pernah hampir saja alat berat (eksavator) nyaris mengalami musibah, saat sedang bekerja memperbaiki menggali dasar untuk dudukan bronjong tiba-tiba banjir menerjang.
“Untung operatornya cepat mengendalikan, bisa membawa alat ke tempat lebih aman, kalo tidak bisa digulung banjir,” aku Lutfi.
Direktur PT. FRUN, Joni Fongky dimintai tanggapannya mengenai perkejaannya tersebut, mengatakan, perbaikan tersebut merupakan bentuk tanggung jawabnya selaku rekanan. Apalagi memang pekerjaannya tersebut masih masuk dalam tahap pemeliharaan.
“Sejak awal kami telah memperkirakan kemungkinan terjadinya bencana, karena memang lokasi pekerjaan ini terbilang cukup rentan terjadi banjir. Konstruksi maupun bobot sudah kita bangun sesuai spesifikasi teknis, hanya saja pekerjaan ini dihantam banjir berkali-kali, sehingga terjadi kerusakan. Kami tetap bertanggung jawab memperbaiki, seperti yang terlihat dilokasi saat ini,” jelas Jony dikonfirmasi Radar Sulteng.
Joni juga menampik adanya anggapan jika pekerjaan tersebut dilakukan asal-asalan, sebab pihaknya dalam melaksanakan pekerjaan tersebut telah memenuhi ketentuan dalam kontrak. Mulai dari material hingga konstruksi sesuai perencanaan.
“Meski kualitas pekerjaan sudah maksimal, yang namanya diterpa bencana berkali-kali pasti akan rusak juga. Tanggung jawab kami memperbaiki dan meningkatkan kualitas agar tidak mudah rusak lagi,” Kata Joni.
Menurut Joni, jika masalah kerusakan telah diperbaiki, nantinya masyarakat sudah bisa merasakan dampak pembangunan proyek dengan nilai Rp 9,9 miliar yang bersumber melalui ABPD Kabupaten Buol tahun 2018 tersebut.
Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Buol, Dr Aryan Gafur menanggapi masalah tersebut mengatakan, kerusakan tersebut tetap menjadi tanggungjawab PT.FRUN sebab terhitung sampai beberapa bulan kedepan pekerjaan tersebut masih masuk dalam masa pemeliharaan.
” Akibat bencana itu, menjadi risiko bagi rekanan, mereka tetap bertanggungjawab memperbaiki. Nyatanya sekarang ini telah berlangsung perbaikan di sana, bisa dicek dilapangan,” kata Kadis.
Aryan Gafur juga menambahkan, sangat keliru jika ada yang beranggapan pekerjaan tersebut asal-asalan. Menurutnya pekerjaan Bendungan Winangun telah dikerjakan sesuai spesifikasi teknis sesuai yang tertuang dalam kontrak. Bahkan pengawasan yang pihaknya lakukan cukup ketat, sehingga sangat kecil kemungkinan terjadi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
“Pembangunan tanggul maupun bronjong yang rusak sudah melalui pengawasan ketat. Kami yakin telah terlaksana sesuai spesifikasi, kalau masalah terjadi kerusakan, hal itu disebabkan hantaman banjir berulang kali, kalau tidak salah empat sampai lima kali banjir, lebih parah, membawa material kayu gelondongan, jelaslah bronjongnya rusak. Dan sekali saat ini sedang diperbaiki oleh rekanan,” terang Kadis. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.