Diduga Supir Mainkan HP saat Pengisian BBM

Penyebab Terbakarnya Mobil di SPBU Ponegoro

- Periklanan -

PALU – Diduga memainkan hadphone saat pengisian BBM, satu unit minimbus nyaris ludes terbakar. Insiden tersebut juga sempat beredar di media sosial. Inisiden tersebut terjadi di SPBU Jalan Diponegro Kota Palu, Jumat (11/09) lalu.

Terkait hal itu, Radar Sulteng, Senin kemarin menyambangi SPBU tersebut. Saat dikonfirmasi, Agus selaku manager SPBU Diponegoro membenarkan bahwa kejadian itu terjadi di SPBU nya. Namun saat insiden terjadi Agus tidak berada dilokasi pengisian.

“Kalau pascakejadian, saya ada di belakang, jadi nanti mobilnya di jalan besar baru saya lihat, tapi kalau dengar-dengar dari anggota di sana kayaknya sopirnya main handphone didalam mobil sementara pengisian. Untung supir dan anggota di sini sigap jadi yang terbakar itu hanya bagian plafon atasnya” ungkap Agus.

Agus pun menyesalkan kejadian itu, pasalnya pihaknya telah mengimbau para konsumen untuk tidak memainkan handphone pada saat memasuki area SPBU. Tidak hanya menempelkan stiker larangan disetiap sudut pompa bensin, pihaknya juga selalu mengingatkan konsumen secara langsung sebelum melakukan pengisian BBM.

“Cuma itu, ada juga konsumen yang tidak mengindahkan larangan itu. Mereka anggap itu hal sepele padahal akibatanya sangat fatal, bukan hanya untuk dia tapi untuk kita juga yang di SPBU,” tutur Agus, (14/9/2020).

- Periklanan -

Dijelaskanya, radiasi dari handphone bisa memicu adanya api ketika terkena uap dari BBM. Tidak hanya itu, blitz pada hadphone juga bisa memicu adanya api. Selain itu, menyimpan handphone dalam bagasi motor juga sangat berbahaya ketika melakukan pengisian BBM.

“Untuk jaraknya itu tidak bisa diprediksi karena uap di area SPBU itu tidak kelihatan, ada juga motor terbakar gara-gara simpan hadphone dibawah sadel. Sejak 2017 saya penjabat barusan ada kejadian begini,” kata Agus.

Untuk itu, dia mengimbau untuk masyarakat Kota Palu, ketika melakukan pengisian BBM untuk mematuhi aturan yang sudah diterapkan, salah satunya untuk tidak menggunakan handphone. Insiden ini juga akan menjadi pembelajaran baginya untuk lebih ketat dan tegas untuk menerapkan aturan dalam SPBU.

“Di SPBU manapun kami berharap tolong diperhatikan itu larangan. Kalau bisa jangan main hadphone karean diarea SPBU ini kita tidak tau, soalnya uap tidak kelihatan,” tutup Agus.

Terpisah, Manager Communication & CSR PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII, Laode Syarifuddin Mursali mengimbau, agar masyarakat mematuhi ketentuan saat berada di kawasan SPBU.

Dijelaskannya, saat melakukan pengisian BBM, masyarakat diminta mematikan mesin dan menghidupkannya kembali setelah pengisian BBM benar-benar telah selesai dilakukan. Selain itu, di kawasan SPBU juga dilarang melakukan pengambilan gambar, serta merokok di kawasan SPBU. “Kita imbau masyarakat mematuhi ketentuan yang ada di kawasan SPBU,” tutupnya. (cr7/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.