Diduga Sakit, Mahasiswa STIK IJ Ditemukan Meninggal

- Periklanan -

Tim Inafis Polres Palu dan keluarga korban mengevakuasi jenazah Yogi, lalu dibawa menuju rumah sakit Bhayangkara Polda Sulteng, Kamis (20/4). (Foto: Wahono)

PALU – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya (STIK-IJ) Kota Palu berduka. Salah seorang mahasiswanya yang diketahui bernama Putu Yogiastu (20), ditemukan tewas di kamar kosnya Kamis (20/4) kemarin di Jalan Miangas IV, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan.

Penemuan mayat Yogi -sapaan akrab Putu Yogiastu- sekitar pukul 13.00 Wita. Saat ditemukan di kamar kos, posisinya tengkurap ke bawah dengan kedua kakinya berada di atas tempat tidur. Pemuda asal Tolai Kabupaten Parigi Moutong itu meninggal diduga karena sakit. Sebab, tidak terdapat luka maupun bekas benda tajam di tubuhnya setelah dilakukan pemeriksaan.

Menurut Muhfit, saksi mata yang pertama kali mengetahui mahasiswa STIK IJ itu meninggal, awalnya dia penasaran melihat motor almarhum yang terus terparkir di teras kos sejak hari Selasa (18/4). Posisi motor Yamaha Bison warna biru tersebut sama sekali tidak bergerak. Pintu kamar kos Yogi juga tertutup.

“Saat saya datang memperbaiki pipa air di sekitar kamar kos Yogi pada hari Senin, kami berdua masih sempat berbincang-bincang. Dia masih dalam keadaan sehat,”kata saksi kepada koran ini usai mayat Yogi dievakuasi.

- Periklanan -

Muhfit sempat menanyakan soal pipa air yang akan diperbaiki. Dan pada Senin sore, dia melihat Yogi berangkat praktik dinas ke salah satu rumah sakit hingga malam hari. “Mulai Selasa pagi motornya hanya terparkir terus di teras. Dan puncaknya tadi ini (kemarin,red) kami curiga ada apa-apa dengan Yogi, sehingga kami mencoba mencari tahu,”ujar saksi.

Ditemani salah seorang rekannya, Muhfit mencoba melihat Yogi di kamar kosnya dengan cara mengintip dari balik jendela. Yogi kelihatan tertidur dengan cara tengkurap hingga Kamis itu. soalnya pada hari Selasa sebelumnya, posisi tidurnya menurut saksi juga demikian. “Sebenarnya sejak hari Selasa, kami lihat dari jendela posisi tidurnya sudah begitu. Cuma tidak tahu, apakah sudah meninggal atau belum,”kata Muhfit.

Karena semakin curiga, Kamis siang itu Muhfit memutuskan untuk mengabari pemilik kos bernama Nyoman Agus Pancasima yang berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Sebab dia dan tetangga kos lainnya tambah curiga, karena kamar kos terkunci terus. “Kami hubungi dulu pemilik kos, sebelum pintu kamar kos kami dobrak,” cerita Muhfit.

Singkat cerita, pemilik kos memberi izin. Para saksi menggedor pintu kamar kos bersama Ketua RT setempat Thamrin Sanjolangi. Tapi tak ada jawaban dari dalam. Para saksi pun berinisiatif mengambil tangga dan melihat dari jendela. Setelah dipastikan bahwa korban meninggal, pintu kamar kos pun didobrak.

Pihak RT pun langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Lolu Selatan. Tak berseleng lama, datang Tim Inafis, Polsek Palu Selatan dan SPKT Polres Palu. Jenazah Yogi pun langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulteng. Keluarga korban juga langsung dikabari.

Setelah tiba di RS Bhayangkara, pihak keluarga memutuskan untuk memulangkan jenazah ke Tolai untuk dimakamkan. Apalagi disebutkan polisi bahwa tak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau lainnya di tubuh Yogi. (cr3)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.