Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Diduga Otaki Judi Sabung Ayam, Kades Ginunggung Ditahan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@riaupos.co)

TOLITOLI – Meski mengaku punya tugas penting dan sangat dibutuhkan masyarakat, menjadi alasan bagi Anwar Lihawa selaku Kepala Desa (Kades) Ginunggung Kecamatan Galang, untuk memohon  penangguhan penahanan. Namun  penyidik Polres Tolitoli tidak lantas mengabulkan permohonan tersangka praktik judi sabung ayam tersebut.

“Memang benar yang bersangkutan meminta penangguhan, tapi kami masih mempertimbangkannya. Memang setiap warga negara memiliki hak memohon penangguhan, tapi untuk mengabulkan kami punya penilaian khusus, untuk bisa mengabulkannya. Saat ini kami tegaskan cukup sulit untuk mengabulkannya,” jelas Kasubag Humas Polres Tolitoli Iptu Kinsale saat dihubungi Selasa (21/3).

Diterangkannya, saat ini penyidik tengah melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap sang Kades dan beberapa tersangka lainnya. Selain itu pihaknya tengah disibukan dengan persiapan Sertijab maupun pisah sambut Kapolres yang akan berpindah tugas dengan pejabat Kapolres yang baru. Sehingga permohonan penangguhan tersebut belum dapat direspon.

Dimintai keterangan mengenai kronologis penangkapan serta keterkaitan Kades Ginunggung atas praktik judi sabung ayam di wilayah Dusun Kotanibangun yang mulai beroperasi sejak awal Februari lalu, Kinsale menerangkan, kasus tersebut bermula dari adanya laporan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan pengintaian, hingga akhirnya tim Buser Sat Reskrim Polres Tolitoli berhasil membekuk empat orang tersangka.

“Mereka ditangkap pada hari Sabtu lalu sekitar pukul 15.30 wita, saat para tersangka sedang asik mengadu ayam boks, petugas langsung membekuk tiga tersangka yang tidak sempat melarikan diri, beserta barang bukti ayam boks,” terang Iptu Kinsale.

Dijelaskannya, Kades Ginunggung Anwar Lihawa terjerat masalah akibat memiliki peran sebagai penyedia tempat dan sarana praktik judi sabung ayam di wilayah kekuasaannya. Selain itu ia (Anwar Lihawa, red) mendapatkan pemasukan 10 persen dari setiap besaran jumlah taruhan setiap kali ayam boks diadu.

“Ini berdasarkan pengakuan tersangka lainnya. Walaupun Kadesnya sendiri mengaku hanya memfasilitasi, atau membina komunitas pencinta ayam boks di daerah ini,” tambah Kinsale.

Tiga tersangka lainnya, masing-masing Wijiono alias Wid, Fadli Muklis alias Ucok dan Rahman alias Man adalah pemilik ayam serta pengelola lapangan setiap kali digelar praktik judi sabung ayam.

Wid ditangkap petugas, saat sedang asik taruhan dengan mengadu ayam boks miliknya dengan ayam lain yang pemiliknya sempat kabur, dan kini telah dijadikan DPO oleh Polisi. Selain itu, Wid juga berperan menyediakan ayam boks yang dijadikan objek taruhan, dan mendapatkan 10 persen setiap kali menang. Sementara Ucok dan Rahman berperan sebagai perpanjangan tangan Kades Ginunggung dalam mengelola setiap kali praktik judi tersebut digelar. Keduanya juga bertugas mengumpulkan dana 10 persen dari setiap kali ayam boks diadu, yang kemudian diberikan dan dibagi bersama Kades.

Berdasarkan keterangan, praktik judi sabung ayam tersebut, telah dibuka oleh Kades sejak awal bulan Februari lalu. Meski telah mendapat sorotan keras dari warga, namun praktik tersebut jalan terus yang dipimpin Kades bersama dengan komunitasnya.(yus)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.