Diduga Obat PCC, Masyarakat Diminta Waspada dan Selektif

- Periklanan -

PALU – Masyarakat perlu waspada dengan obat terlarang jenis PCC yang dikabarkan marak beredar. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, dr Royke Abraham, ditemui di sela-sela kegiatannya di Hotel Santika, Sabtu malam (23/9).

“Masyarakat harus lebih waspada dan selektif serta berhati-hati,” ucapnya.

Terkait obat yang diduga PCC yang ditemukan Seorang warga bernama Saiful (20) Jalan Sungai Manonda, Palu, Sulawesi Tengah, belum lama ini, Royke meminta masyarakat untuk tidak membuat spekulasi-spekulasi terkait benar tidaknya obat tersebut. Sebab, obat jenis tablet yang bertuliskan bertuliskan PCC ditemukan warga itu untuk memastikannya harus uji laboratorium BPOM.

“Kita tunggu dulu hasil lab BPOM. Karena mereka yang memiliki lab. Jadi kita tunggu hasilnya apakah obat yang ditemukan itu benar PCC atau bukan,” tutupnya.

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu akan terus menelusuri peredaran obat PCC. Meski pihak BNN belum mendapatkan laporan ataupun obat tersebut beredar di Kota Palu, BNN Palu akan melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes), BPOM, dan pihak  Kepolisian.

- Periklanan -

Kepala BNN Palu AKBP Sumantri Sudirman mengatakan, dengan berita yang sudah beredar bahwa sudah adanya penyalahgunaan PCC yang ada di Indonesia, BNN akan mengoordinasikan hal tersebut dengan Dinas Kesehatan, BPOM, maupun Kepolisian.

”Agar kami juga mengetahaui dulu obat tersebut, karena yang paham soal obat adalah pihak Dinas Kesehatan dan BPOM,” kata Sumantri ditemui usai melakukan tes urine di Rutan Klas II A Palu, Jumat (22/9).

Diakui Sumantri, koordinasi tersebut termasuk dalam melakukan operasi razia terhadap apotek. ”Kami belum bisa melakukan operasi di setiap apotek kalau belum melakukan koordinasi kepada pihak yang terkait soal ini,” ungkapnya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan terkait PCC kepada BNN Kota Palu. ”Barang itu yang setau saya sudah lama ditarik untuk diedarkan oleh Dinkes. Dan katanya kalau untuk mengkonsumsi PCC hanya untuk menghilangkan nyeri, namun kalau sudah ada dicampur obat lainya,” jelas Sumantri.

Untuk perkembanganya sampai saat ini pihak BNN Palu belum menemukan barang tersebut beredar di wilayah Palu. ”Tapi tentunya kami akan menelusuri soal PCC ini dengan koordinasi dengan Dinkes, BPOM, dan Kepolisian,” katanya.(saf/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.