Diduga Memeras, Wartawan di Luwuk Dipolisikan

Nama Kepala Seksi dan Kasubsi Intel Kejari Banggai Disebut

- Periklanan -

BANGGAI-Kepala Dusun 2, Desa Padang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Alimin Damang (55), resmi melaporkan salah seorang wartawan di Luwuk berinisial K di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPTK) Polres Banggai, Senin (29/3) kemarin.

Dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi yang diterima oleh Banit I SPKT Polres Banggai, Aipda Saiful dengan Nomor : STTLP/132/III/2021/Sulteng/Res-Bgi, Alimin Damang melaporkan telah terjadi tindak pidana Pemerasan yang dilakukan oleh seorang wartawan berinisial K terhadap dirinya.

“Benar, kepala dusun 2 sudah membuat laporan polisi tentang pemerasan yang dilakukan oleh seorang wartawan berinisial K,” tutur Kepala Desa Padang, Zulkifli B. Sahida yang saat itu mendampingi sang kepala dusun.

Tak hanya sampai disitu, lanjut Zulkifli, usai membuat laporan polisi, Alimin Damang juga mendatangi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Banggai, Balut dan Bangkep, Iskandar Djiada di Sekretariat PWI Perwakilan, guna melaporkan upaya pemerasan yang dilakukan oleh sang oknum wartawan, angota PWI terhadap dirinya.

Dimana menurut Alimin, pada 17 Maret 2021 sekira jam 20.57 Wita, dirinya mendapat telpon dari sang wartawan berinisial K dan meminta uang untuk menutupi kasus ijazah palsu yang sempat viral di media sosial sebesar Rp 30 juta.

“Yang saya heran, saat menelpon K mengatakan bahwa uang itu akan diberikan kepada pihak Kejaksaan Negeri Banggai dan pihak-pihak terkait. Kalau tidak salah dia menyebut nama Kasi Intel Kejaksaan Banggai,” tuturnya.

- Periklanan -

Dalam kesempatan itu, Alimin dan Zulkifli memutar kembali hasil rekaman percakapan antara mereka dengan oknum wartawan tersebut yang berdurasi 7 menit 12 detik.

Setelah panjang lebar mendengarkan cerita kronologis peristiwa yang disampaikan Alimin, Ketua PWI Perwakilan Banggai, Iskandar Djiada mengatakan hal itu akan ditindak lanjutinya. “Kami tidak melindungi perilaku wartawan seperti itu,” katanya.

Dan jika laporan Alimin terbukti, maka secara otomatis lanjut pimpinan salah satu perusahaan penerbitan Koran di Luwuk mengatakan, sertifikat kompetensi wartawan akan dicabut dan menyerahkan kepada pihak berwajib untuk memprosesnya.

“Saya minta kepada teman-teman wartawan untuk mengawal kasus ini sampai tuntas,” tegasnya.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Banggai, Masnur saat dikonfirmasi mengatakan belum bisa memberikan keterangan secara rinci karena hal itu masih dalam tahap pemeriksaan internal.
“Maaf mas masih sedang pemeriksaan,” ucap Kajari singkat.

Sebagaimana diketahui, kasus ini berlanjut pasca viralnya dugaan ijazah palsu yang dimiliki oleh Kepala Dusun 2, Desa Padang, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, Alimin Damang, di media sosial Facebook.

Ternyata unggahan Pencari Keadilan Dinegeri Ini di medsos dimanfaat oleh beberapa orang untuk mendapatkan keuntungan dengan cara memeras. Sayangnya, usaha itu belum membuahkan hasil dan akhirnya berujung pada tindak kejahatan.(stv)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.