alexametrics Diduga Lakukan Pengancaman, Kades di Morowali Dipolisian Warganya – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Diduga Lakukan Pengancaman, Kades di Morowali Dipolisian Warganya

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MOROWALI – Kepala Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, dilaporkan warganya sendiri ke pihak kepolisian. Sang Kades dilaporkan atas kasus dugaan pengancaman terhadap Haenia (53), warga Ambunu, yang sehari-harinya merupakan ibu rumah tangga.

Kepada Radar Sulteng, Haenia mengungkapkan, pengancaman yang dirasakan itu, terjadi pada Selasa 9 Nomber 2021, sekitar pukul 09.00 wita. Tiba-tiba dirinya didatangi Kades Ambunu, Fadli Makka. Menurut dia, terlapor langsung memarahi dan memperlihatkan gerakan seperti ingin memukul. “Tiba-tiba datang langsung marah-marah saya dan seperti orang mau memukul,” tutur Haenia.

Kejadian itu kata Haenia, terjadi di salah satu kios warga. Awalnya memang dia tengah duduk di kios tersebut, dengan pemilik kios serta dua warga lainnya. Dua warga lain yang ada di kios tersebut, tengah berbincang soal penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Dari perbincangan tersebut, dia mendengar, bahwa ada warga yang sudah mendapatkan BLT namun belum divaksin. Sesuai aturan Bupati Morowali, warga penerima bantuan sebelum divaksin, belum bisa mendapat bantuan. Haenia pun menyaranan kepada kedua warga yang berbincang itu, untuk tidak menyebarluaskan informasi adanya warga yang belum divaksin namun sudah menerima BLT itu kepada warga lain.

“Takutnya warga lain yang belum vaksin dan belum terima BLT ribut kalau mendengar informasi itu. Makanya saya yang mendengar, menyampaikan ke mereka untuk jangan menyebarluaskan informasi belum jelas tersebut,” terangnya.

Namun, salah seorang warga yang ada saat itu pun pergi dari kios tersebut. Tidak lama kemudian, Kades Ambunu datang dan langsung membentak dirinya. Haenia mengaku, sudah menjelaskan, bahwa dirinya hanya mendengar pembicaraan tersebut dan menyarankan untuk tidak menyebarluaskan informasi ada warga belum divaksin dan sudah menerima BLT. “Sudah saya jelaskan, tapi dia (Kades) terus memarahi saya sampai bawa-bawa masalah keluarga saya. Dia juga sempat ingin memukul, untung ada pemilik kios yang menengahi,” ungkapnya.

Atas tindakan Kades tersebut, Haenia pun melaporkan kasus ini ke Polres Morowali. Laporannya telah diterima pihak Polres Morowali pada Rabu 10 November 2021. Lebih jauh disampaikan Haenia, sebagai seorang Kepala Desa yang harusnya mengayomi warga, tindakan terlapor itu tidak menunjukkan sosok sebagai seorang pemimpin warga. “Kan harusnya dia bicara baik-baik ke warganya, bukan malah marah-marah bahkan mengancam saya, apalagi saya ini seorang perempuan,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kades Ambunu Fadli Makka membantah jika dirinya ingin memukul atau pun mengancam ingin memukul warganya tersebut. Niatnya mendatangi Haenia, hendak menjelaskan, bahwa warga yang sudah menerima BLT namun belum divaksin itu, sudah menyertakan surat keterangan dokter, bahwa yang bersangkutan ada penyakit bawaan sehingga tidak bisa divaksin. “Saya datang baik-baik mau jelaskan dan saya sampaikan bahwa kalau ada masalah begini silahkan ke kantor desa. Tapi, yang bersangkutan malah bilang saya Kades kurangajar. Saya pun sempat emosi dan marah,” terang Fadli.

Terkait laporan polisi yang telah dibuat warganya, dia mengaku siap untuk menjelaskan hal itu ke kepolisian. Lebih lanjut disampaikan Fadli, bahwa warganya tersebut lah yang mengeluarkan bahasa agar dirinya dipukul. “Dia yang bilang pukul saya, pukul saya,” pungkas Kades meniru perkataan Haenia. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.