Diduga Kelainan Jiwa, Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU –  Warga di Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, dibuat geger oleh peristiwa tewasnya seorang pemuda yang ditemukan tergantung di pohon kedondong, Jumat (28/7). Laode Muh Hayat (22 tahun) dialah pemuda tersebut yang diduga menghabisi nyawanya sendiri dengan gantung diri.

Informasi yang dihimpun koran ini, dari beberapa keterangan warga, diduga Laode menghabisinya nyawanya sendiri. Karena mendiang dikabarkan memiliki riwayat penyakit gangguan jiwa, dan saat ini sementara masih berstatus sebagai pasien wajib lapor di RSUD Madani Palu di Kelurahan Mamboro.

Paur Humas Polres Palu Aipda I Kadek Aruna, yang dikonfirmasi koran ini mengatakan tewasnya Laode dengan cara gantung diri di pohon kedondong awalnya ditemukan Masruddin (kakek korban). Sekitar Pukul 07.00 wita.

Masrudin, saat itu hendak memberi makan ayam-ayam piaraannya yang berada di samping rumah. Tiba-tiba dia terkejut mendapati cucunya atau korban sudah tergantung di pohon kedondong.

- Periklanan -

“Selanjutnya saksi memanggil orang tua korban dan warga sekitar untuk menurunkan korban dari atas pohon. Bahkan menurut saksi lainnya Masrudin sekitar pukul 00.00 wita saksi mendengar ribut dari suara ayam yang bertengger pada pohon kedondong tempat korban gantung diri,” ungkapnya.

Ditambahkan,  pihak kepolisian juga telah meminta keterangan dari saksi Zulfiani (ibu korban). Dari keterangan Zulfiani diketahui kalau ternyata di malam harinya (27/7), sekitar pukul 21.00 wita, korban masih terlihat main gitar di teras rumah. Hanya setelah itu Zulfiani tidak melihat lagi si korban, bahkan tak mendengar suara korban bermain gitar.

“Tak mendengar lagi suara anaknya, si Zulfiani ini, malam itu keluar rumah untuk mencari korban, tapi tidak mendapati korban. Bahkan ibunya sudah mencari korban ke tempat biasa korban datangi,” tutur Kadek.

Tak ditemukan malamnya, Zulfiani baru menemukan anaknya pada pagi hari, tetapi sudah dalam keadaan meninggal dunia, dan bahkan masih tergantung di pohon kedondong. Kata juru bicara Polres Palu ini, menurut keterangan kedua orang tua korban, bahwa korban memiliki riwayat gangguan jiwa yang mana korban baru keluar dari Rumah Sakit Madani dan masih menjalani wajib kontrol di RS Madani.

“Kami telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan olah TKP, kita juga telah meminta agar korban di bawa ke rumah sakit namun orang tua korban tidak bersedia (menolak),” jelas Kadek Aruna. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.