Diduga Beasiswa di SMA Negeri 1 Parigi Dipotong

- Periklanan -

PARIMO – Dugaan pemotongan dana beasiswa diduga terjadi di SMA Negeri 1 Parigi. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber resmi, pemotongan diduga oleh pihak yang mendampingi siswa penerima.

Jumlah yang dipotong kurang lebih Rp50 ribu dari total yang diterima. “Adik saya yang sekolah disitu. Dua-duanya dipotong. Sama semua dipotong Rp50 ribu,”ungkap sumber.

Pihaknya tidak mengetahui secara pasti alasan pemotongan dari pihak sekolah. Parahnya lagi, dipatok dengan jumlah sebesar itu. Setidaknya, jika ada pemotongan beasiswa bagi kategori miskin tersebut harusnya dibicarakan.

Menurut sumber diduga adanya pemotongan adalah untuk memuluskan proses pencairan di Bank. Karena dari keterangan yang dikorek bahwa dengan demikian, proses pencairannya akan cepat.

Dari adiknya sebagai penerima beasiswa di SMA Negeri 1 Parigi, sumber ketahui bahwa bagi siswa yang duduk di kelas I (satu) menerima kurang lebih Rp500 ribu. Sedangkan siswa kelas III (tiga) menerima kurang lebih Rp1 juta.

Dikonfirmasi terkait adanya pemotongan, Plh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi, Wate Irawan, membantah adanya dugaan tersebut. Diketahui dari kepsek bahwa Beasiswa tersebut adalah beasiswa PIP.

- Periklanan -

Namun pihaknya akan menelusuri pengelola beasiswa. Karena ia sudah menginstruksikan tidak ada pemotongan.

Dengan adanya informasi tersebut pihaknya juga akan segera crosscheck, sebab dari total 830 lebih penerima, yang sudah menerima dana kurang lebih 22 siswa.

Ia akan memanggil yang bersangkutan (pendamping) untuk mencocokkan, menanyakan soal adanya dugaan pemotongan beasiswa tersebut.

“Terima kasih atas informasinya, nanti kita akan kroscek dulu kebenaranya. Sekarang kan masih tahap pertama, baru 22 orang yang menerima kemarin,” kata Wate Irawan.

Sementara, menurut Kepala Cabang Dinas Dikmen (Pendidikan Menengah) wilayah dua, Kabupaten Parimo dan Donggala, Alwi Musa bahwa dalam juknis PIP tersebut adalah dana bantuan pemerintah langsung kepada siswa, tidak boleh ada pemotongan. Karena berbasis nomor rekening siswa.

“Kalau didampingi boleh saja, tetapi tidak boleh ada pemotongan, untuk apalagi ?,”tegasnya. (iwn)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.