Didominasi Peserta Lansia, Sinergitas Polri dan Masyarakat Terbangun

Ketika Polisi Gelar Lomba Tata Cara Memandikan dan Mengkafani Jenazah

- Periklanan -

Masih banyak warga yang awam memandikan dan mengkafani jenazah secara islami. Bahkan di beberapa tempat, ketika ada jenazah yang hendak dikuburkan, harus kesulitan mencari orang yang bisa memandikan dan mengkafani jenazah. Melihat hal ini, timbul ide dari Polres Donggala, untuk membuat lomba memandikan dan mengkafani jenazah, dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73.

AGUNG SUMANDJAYA, Banawa

SEJAK pagi, Mapolsek Banawa, ramai dipadati warga baik pria maupun wanita. Rata-rata mereka berusia di atas 50 tahun. Kehadiran puluhan orang ini, bukannya ingin berurusan hukum dengan aparat kepolisian, namun ikut serta dalam lomba tata cara memandikan dan mengkafani jenazah.

Selain peserta, Kapolres Donggala, AKBP Ferdinand Suwarji, SE tidak kalah antusiasnya ingin melihat dari dekat lomba yang mungkin baru pertamakali digelar instansi kepolisian. Ferdinand hadir, bukan hanya membuka acara tersebut, namun ingin lebih dekat dan bersilahturahmi bersama masyarakat Kabupaten Donggala, khususnya Kecamatan Banawa.

Para peserta yang memang didominasi para Lansia ini, berasal dari 8 kelurahan/desa yang ada di Kecamatan Banawa. Satu kelurahan/desa mengirimkan dua grup, kategori laki-laki maupun kategori perempuan. Satu grupnya berjumlah dua orang. Perlombaan tata cara memandikan dan mengkafani jenazah ini, menurut Kapolres, merupakan ide dari jajaran Polres Donggala bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kabupaten Donggala. “Nilai-nilai kemanusiannya sangat kental di perlombaan ini, makanya kami memilih lomba memandikan jenazah. Sinergitas Polri dan masyarakat sangat terbangun di sini,” tuturnya.

- Periklanan -

Ada pesan-pesan moral pula, kata Ferdinand yang bisa dipetik, yakni di mana pun kita berada, pasti memerlukan bantuan orang, sekalipun ketika kita meninggal, masih memerlukan bantuan orang. Pesan moral itu lah menurut Kapolres, yang harus diresapi seluruh personelnya. “Artinya apa, seluruh personel Polres Donggala dan Polsek harus bantu bila melihat warga yang berduka, baik itu mengangkat jenazah, memandikan jenazah maupun menggali kubur,” terang Ferdinand.

Lewat lomba, yang dinilai langsung ahli dari Kementerian Agama, juga bakal menyamakan persepsi aturan atau prosedur khusus memandikan dan mengkafani jenazah. Dalam lomba ini, yang dinilai, masing-masing tata cara, bacaan atau doa ketika memandikan dan hal pendukung lainnya dalam memandikan dan mengkafani jenazah. “Saya pun berharap, lomba ini jadi ajang silahturahim dan bagikan manfaat bagi tetangga ataupun kerabat dalam memahami dan memaknai tata cara yang benar memandikan dan mengkafani jenazah,” sebut Kapolres.

Adapun yang keluar sebagai juara, yakni peserta pria juara 1 diraih oleh Desa Loli Saluran, juara 2 Kelurahan Boya, dan juara 3 Kelurahan Tanjung Batu. Sementara di kategori perempuan, juara satunya diraih Kelurahan Boya, Juara 2 diraih Kelurahan Boneoge dan Juara 3 diraih Kelurahan Kabonga Besar.

Djania, salah satu peserta yang menyabet juara pertama di kategori wanita, berharap, kegiatan semacam ini semakin sering digelar, baik pihak kepolisian maupun instansi lain. Dia juga menginginkan, kedepan bukan hanya orang tua saja yang tahu tata cara memandikan dan mengkafani jenazah, anak muda pun harus bisa mengetahui, hal-hal yang memang sangat bermanfaat ini. “Jangan sampai kalau kami yang sudah tua-tua ini sudah tidak ada, tidak ada juga sudah yang tahu memandikan dan mengkafani jenazah. Ini harus ditahu juga sama generasi muda kita,” sebutnya.

Tidak hanya lomba memandikan jenazah, memeriahkan HUT Bhayangkara ke 73, Polres Donggala juga menggelar anjangsana ke sejumlah panti asuhan dan rumah para purnawirawan Polri, serta melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah rumah ibadah. Olahraga bersama juga dilakukan, TNI/Polri maupun masyarakat. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.