Didesak Ungkap Penyebab Kematian Sutrisno, Kapolres Sigi Minta Maaf

- Periklanan -

Almarhum Sutrisno alias Ido alias Tolido semasa hidup dan Kapolres Sigi AKBP Agung Kurniawan. (Foto: Ist/Agung)

SIGI–Keluarga dari Sutrisno alias Ido alias Tolido (35), warga Sidera, yang meninggal usai diamankan aparat Polres Sigi, meminta Kapolres Sigi mengungkapkan penyebab kematian dari korban. Pasalnya, pihak keluarga menduga Ido meninggal tidak wajar, melihat sejumlah luka-luka yang ditemukan di tubuh korban.

Melalui kakak kandung korban, Sunardi menyampaikan, pihak keluarga hingga kini belum bisa menerima kepergian almarhum yang dinilai meninggal tidak wajar. Menurut Sunardi, dirinya mendapat informasi, jika adiknya tersebut diamankan pada Minggu (26/2) lalu sekitar pukul 13.00 wita, setelah sebelumnya sempat beberapa hari kabur dari sel tahanan Polres Sigi. “Namun selang beberapa jam kemudian, sekitar Magrib kami keluarga mendapat informasi jika adik saya ini sudah meninggal dan berada di RS Bhayangkara Palu,” tutur Sunardi.

Dirinya yang ketika itu berada di Kabupaten Poso, mendapat kabar meninggalnya Sutrisno, langsung bergegas berangka ke Palu. Sunardi pun kaget, mendapati jasad adiknya penuh luka-luka bekas penganiayaan. “Waktu di RS Bhayangkara tidak divisum. Kami pun membawa jenazah untuk divisum di rumah sakit Torabelo Sigi. Proses visum sendiri disaksikan oleh Bupati Sigi,” jelasnya.

Dari hasil visum itu lah, lanjut dia, keluarga mendapati bahwa banyak luka-luka yang diduga akibat penganiayaan. Seperti luka robek di kepala, memar di bagian kaki kiri, luka sayatan di bagian belakang jenazah serta sejumlah tulang yang diduga patah. “Padahal menurut saudara-saudara kami, Ido kasian dijemput secara baik-baik dari rumah, dan masih dalam keadaan sehat-sehat. Ada seorang polisi juga yang mengaku bertanggungjawab bahwa Ido tidak akan diapa-apakan, tapi ternyata dia malah meninggal,” sesal Sunardi.

Hingga Selasa malam, menurut dia, keluarga belum sekalipun mendapat alasan pasti dari pihak Polres Sigi, terkait penyebab kematian almarhum Sutrisno. Untuk itu, dirinya pun meminta, agar penyebab kematian dari almarhum yang memiliki 5 orang anak itu, bisa benar-benar diusut. “Kami hanya meminta agar kematian adik kami ini diusut secara tuntas untuk mengetahui penyebab kematiannya. Dan bila ada unsur kesengajaan kami meminta para pelaku agar diproses secara hukum,” tegasnya.

- Periklanan -

Terpisah, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahriadi dimintai keterangannya terkait dugaan penganiayaan tahanan ini, mengaku, belum ada laporan resmi dari pihak keluarga. Dia pun menyarankan keluarga untuk melaporkan secara resmi, jika memang menduga ada unsur penganiayaan dalam kematian Sutrisno. “Segara laporkan secara resmi kalau memang ada dugaan seperti itu,” tutur Kapolda.

Dia sendiri mengaku, memantau terus kasus tersebut, meski memang belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga. Secara internal, Polda Sulteng telah menurunkan tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam), untuk melakukan penyelidikan terkait ada tidaknya pelanggaran prosedur dalam penangkapan almarhum. “Saya juga akan cek ke dokter yang memeriksa, apa sebenarnya penyebab kematian itu,” kata Rudy.

Untuk saat ini situasi di Kabupaten Sigi, sebut Kapolda, masih dapat dikendalikan. Pihaknya juga menyilakan bila ada pihak-pihak yang juga ingin menelusuri penyebab kematian dari almarhum, seperti Komnas HAM.

Sementara itu, Kapolres Sigi, AKBP Agung Kurniawan membenarkan, bahwa kasus ini sudah dalam penanganan Propam Polda Sulteng. Bahkan anggota Polres Sigi yang diduga melakukan pemukulan pada saat itu sudah dilakukan pemeriksaan.

Sejumlah anggota Polres yang ada pada malam itu, sudah diperiksa oleh Dit Propam Polda Sulteng. Sementara itu ditanyakan terkait berapa jumlah anggota Polres Sigi yang dilakukan pemeriksaan oleh Bid Propam Polda, Agung belum bisa memberikan keterangan lebih jauh lagi.  “Yang jelas anggota pada malam kejadian itu sudah diperiksa oleh Bid Propam Polda, untuk hasilnya kita serahkan semuanya oleh pihak Propam, apakah nantinya akan dijatuhi hukuman atau pun sanksi,” jelas Kapolres Sigi, AKBP Agung Kurniawan, kepada Radar Sulteng.

Kapolres Sigi juga menegaskan, bahwa kejadian ini merupakan kejadian pertama dan terakhir yang terjadi di Polres Sigi. Tidak akan ada lagi kejadian yang serupa terjadi di Polres Sigi. Tidak hanya itu, Agung juga selaku Kepolres Sigi yang mewakili seluruh anggota Polres Sigi menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar almarhum Sutrisno. “Biarlah kasus ini ditangani oleh Bid Propam Polda, dan saya tidak akan turut campur di dalam penanganan kasus ini. Sekali lagi saya meminta maaf kepada keluarga almarhum,” pungkasnya.(agg/ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.