Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dicemari Limbah, Ratusan Ikan Warga Mati

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MOROWALI-Ratusan ikan dan lobster yang dipelihara beberapa warga Desa Kurisa, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali ditemukan mati dalam sebuah karamba milik mereka sendiri.

Inilah ikan dan lobster milik masyarakat Desa Kurisa, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali yang ditemukan mati dalam karamba. (Foto: Moh. Faisal)

Insiden tersebut, sontak membuat warga pemilik karamba itu sedih, karena ikan dan lobster peliharaan yang diandalkan sebagai penopang ekonominya mati dengan tiba-tiba.

Pantauan Radar Sulteng dibeberapa karamba milik warga Kurisa Kamis kemarin (19/4), terlihat ikan serta lobster yang mereka pelihara sudah membusuk. Hal itu membuat, para pemilik karamba mengalami kerugian cukup besar.

Ditanyai terkait insiden banyaknya ikan dan lobster peliharaan mereka yang ditemukan mati, salah seorang pemilik karamba Udin (50) menjelaskan, bahwa kejadian ditemukannya banyak ikan dan lobster peliharaan mereka mati sudah kurang lebih seminggu lamanya.

“Sudah sekitar satu minggu ini, setiap hari ada terus ikan kami mati. Mungkin penyebabnya air laut ada racunnya, karena setiap air turun pasti panas ini air laut,”jelasnya.

Sementara warga pemilik karamba lainnya, Erni (52), menegaskan, bahwa kejadian matinya ikan dan lobster yang mereka pelihara sudah terjadi tiga kali. Yang pertama, pihak perusahaan memberikan ganti rugi atas matinya biota peliharaan mereka. Namun, pada kejidian yang kedua dan ketiga kalinya ini pihak perusahaan tambang yang melakukan kegiatan disekitar area karamba mereka sama sekali tidak memberikan ganti rugi.

“Ikan dan lobster kami yang mati ini, disebabkan oleh limbah pendingin PLTU yang dibuang ke laut. Kami berharap, pihak perusahaan (PT IMIP,red) memberikan ganti rugi karena pencemaran limbah mereka ikan dan lobster kami banyak mati,”tegasnya.

Erni menambahkan, bahwa yang mengalami insiden banyaknya ikan dan lobster peliharaan mati kurang lebih sebanyak 7 kepala keluarga (KK). Dengan terjadinya hal tersebut membuat, Erni mengatakan mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

“Pendapatan kami cuman dari hasil penjualan ikan dan lobster ini. Jadi, dengan banyaknya ikan dan lobster kami yang mati kami mengalami kerugian banyak sekali. Kami minta, perusahaan (PT IMIP, red) harus bertanggung jawab dalam hal ini,”ungkapnya.(fcb)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.