Dicanangkan Kelurahan Bersih Narkoba

- Periklanan -

Staf Ahli Gubernur Rusdi Bactiar Rioeh menyaksikan penandatanganan poster oleh pejabat kelurahan di Kota Palu, sebagai komitmen memberantas narkoba di masing-masing kelurahan. Hak itu dilakukan pada acara peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi Sulteng di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, Senin (24/7). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU– Berbagai upaya dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba. Salah satunya dengan menciptkan kelurahan bersih narkoba. Senin (24/7), Gubernur H Longki Djanggola yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Rusdi Bactiar Rioeh mencanangkan Kelurahan Bersih Dari Narkoba (bersinar) dan Tertib Administrasi Kependudukan.

Digelar di Kelurahan Tavanjuka, Kecamatan Tatanga, acara pencanangan itu mengambil tema ‘’Mewujudkan lingkungan ramah anak, bebas dari kekerasan, dan bersih dari narkoba’’.

Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tahun 2017 Tingkat Provinsi Sulteng. Staf Ahli Gubernur mengatakan, Pemprov Sulteng mengapresiasi dan sangat mendukung segala upaya pemberantasan peredaran narkotika di kalangan masyarakat, termasuk melakukan tertib administrasi kependudukan.

Dalam sambutan yang dibacakan Rusdi Bachtiar Rioeh, Gubernur berharap pencanangan jangan hanya menjadi simbolis namun menjadi pemicu untuk berbuat lebih banyak dan bekerja lebih keras. Karena memberantas narkoba tidak semudah seperti yang diucapkan. Peredaran narkoba cepat masuk di semua wilayah bukan hanya di perkotaan tetapi keluarahan bahkan di desa-desa.

‘’Tentu ini semua menjadi keprihatinan kita dan perhatian semua. Karena menangani masalah narkoba bukan dengan kata-kata akan tetap dengan tindakan,” ucapnya.

- Periklanan -

Rusdi dalam sambutannya menyebutkan, hasil penelitian BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2016 menunjukkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba nasional sebesar 2,8 persen atau setara dengan 5,1 juta orang.

Sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba Provinsi Sulteng 1,89 persen sekitar 39,810 orang dari jumlah penduduk Provinsi Sulteng yang berumur 10-50 tahun. Dalam hal prevalansi penyalahgunaan narkoba Sulteng menduduki rangking 15 dari 34 provinsi di Indonesia.

“Gubernur sangat setuju gagasan pencanangan dari Pemerintah Kota Palu yang dimulai pada hari ini (kemarin). Gubernur berharap dengan adanya kelurahan bersih dari narkoba akan dapat menekan angka pengguna narkoba,” ungkpanya.

Pengguna narkoba saat ini sudah masuk ke seluruh lapisan masyarakat, dan tidak pandang bulu yang menjadi korbannya, bahkan anak-anak di TK dan sekolah dasar sudah ada yang terkena narkoba, remaja sampai dewasa. Tidak hanya orang biasa tetapi aparat, pejabat yang seharusnya menjadi panutan juga terkena narkoba.

Kata dia, pemerintah provinsi tidak dapat bekerja secara maksimal jika tidak ada erja sama dari pemerintah kota maupun pemerintah kabupaten. Karena itu Gubernur sangat mengaharapkan kesungguhan dan keseriusan dari semua jajaran pemerintahan, baik di kota, kabupaten maupun wilayah kelurahan dan desa untuk bersama-sama memerangi narkoba.

“Memerangi bahaya narkoba tidak lagi dibutuhkan kata-kata, yang diperlukan sekarang adalah tindakan yang kongkrit, nyata dan semua harus sungguh-sungguh melakukan langkah-langkah yang progresif untuk mengalahkan dan menghilangkan pengedar dan pemakai narkoba,” kata Rusdi.(umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.