Dibuntuti, Lalu Diparangi di Depan Kos

- Periklanan -

Ilustrasi(@vivasumsel.com)

NAHAS menimpa salah seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Palu berinisial EM (22). Pasalnya, mahasiswa asal Kabupaten Morowali ini harus dilarikan ke RS Wirabuana Palu, setelah diparangi oleh Orang tak dikenal (OTK) atau begal di Jalan Lagarutu, tepatnya di sebuah indekos, Minggu (5/3) dini hari tadi, sekitar pukul 02.00 wita.

Sejumlah luka di bagian lengan dan pergelangan tangan diderita korban atas kejadian itu. Saksi mata berinisial RE mengatakan, peristiwa itu bermula dari begal yang tiba-tiba membuntuti mereka yang malam itu hendak pulang ke kos mereka di Jalan Lagarutu Kelurahan Talise Valangguni Kecamatan Mantikulore.

- Periklanan -

Sesampainya di kos, satu dari dua begal yang juga berboncengan itu, langsung melayangkan parangnya ke arah EM yang saat itu baru saja turun dari atas motor. Hasilnya, EM mengalami luka sobek pada bagian lengan dan pergelangan tangan.

“Mereka (pelaku, red) sama sekali kami tidak kenal. Baik saya maupun korban tidak ada masalah dengan pelaku. Kami merasa tidak memiliki musuh,” beber RE sesalkan kejadian itu kepada Radar Sulteng ditemui usai melaporkan kejadian itu di Polres Palu, Senin (6/3) kemarin.

Namun RE menduga kuat, bahwa kedua begal yang berboncengan itu, ingin merampas kendaraan mereka. Dugaan menguatkan bahwa begal tersebut kawanan Curas yang ingin merampas sepeda motor, karena tidak ada satu pun barang berharga yang mereka bawa malam itu, selain sepeda motor milik korban.

Lanjut saksi mata di TKP, korban langsung meminta bantuan pertolongan kepada warga sekitar. Begal yang merasa terancam memilih kabur sebelum warga keluar rumah. “Belum lagi warga datang membantu, kedua orang itu langsung memilih kabur,” beber RE. Sementara pihak Kepolisian Polres Kota Palu dikonfirmasi belum bisa memberingan keterangan jelas terkait laporan kasus penganiayaan ini.(mul)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.