Diberondong Aparat, Pasutri Nyaris Jadi Korban

- Periklanan -

Halwan, alias Bale, memperlihatkan lubang peluru di dinding pondoknya. (Foto: Misbach)

TORUE – Pasangan suami istri, Halwan alias Darwis, alias Bale, dan Rosi, nyaris menjadi korban salah sasaran aparat keamanan, setelah pondok milik mereka di Dusun Pererenan, Desa Tolai Induk, Kecamatan Torue, diberondong aparat keamanan dengan senjata api, sekira pukul 20.00 Wita, Kamis (20/7).

Tidak banyak data yang didapatkan oleh koran ini di lapangan, karena tidak banyak warga yang berkomentar, bahkan anehnya, beberapa warga yang tinggal tidak jauh dari TKP, menegaskan, kalau mereka tidak tahu apa-apa. Padahal tidak jauh dari tempat tinggal mereka, wartawan sempat menemukan tiga selonsong peluru tajam, yang diduga hasil sisa insiden semalam.

Data yang ditemukan di lapangan, mulanya Rosi, istri dari Bale, tengah menuju sungai, dengan membawa senter. Diduga, gerakannya mencurigakan, makanya aparat keamanan yang berjaga di sekitar TKP, kemudian berteriak, agar Rosi untuk segera berdiri dan merapat ke pasukan, namun Rosi bukannya mendekat, malahan berlari menjauh, nah saat itulah aparat makin curiga dengan gerak gerik wanita paruh baya itu.

Dibuanglah tembakan peringatan ke udara, Rosi tambah panik, hingga akhirnya berlari menuju pondoknya, lagi-lagi aparat keamanan membuang tembakan ke arah pondoknya, dan pasutri diamankan oleh aparat keamanan, meskipun sempat menyita perhatian warga, karena bunyi tembakan beberapa kali.

Sementara itu, Halwan atau Bale, yang ditemui oleh sejumlah wartawan di pondoknya, memperlihatkan beberapa lubang di dinding pondoknya, dan atap sengnya, akibat dari rentetan peluru tajam.

- Periklanan -

Dia juga membeberkan kejadiannya secara gamblang, dimana ketika itu, sekira pukul 20.00 waktu setempat, ketika itu, Bale baru saja mendapatkan beberapa buah durian yang jatuh, kemudian  dia mendengar letusan keras, sebanyak  tiga kali, saat itu juga, dia langsung pulang ke pondoknya, yang memang tidak jauh dari tempatnya mencari durian. Tidak lama kemudian, dia kembali mendengarkan suara tembakan ke arah pondoknya, kurang lebih empat kali.

“Saya langsung mencari maitua saya (Rosi,red) karena waktu saya ke pondok, teada (tidak) saya dapat dia. Saya panggil dia, teada menyaut. Ternyata dia tako (takut), setelah sampe (tiba) di pondok, dia lari lagi ke arah kuala (sungai). Terus saya duduk merokok di pondok, waktu itu, saya masih mendengar tembakan lagi, tapi teada saya rasa kena di pondokku. Lalu saya dengar, ada orang berteriak, panggil namaku, makanya saya langsung turun dari pondok. Habis itu, waktu so dekat penurunan, saya dengar lagi, ada yang bateriak, kalau kamu penduduk, angkat tanganmu dan pelan-pelan bajalan,” urainya panjang lebar.

Setelah itu, aparat keamanan menanyakan di mana keberadaan istrinya, Bale mengatakan, kalau dia tidak tahu, sebab istrinya lari ke arah sungai, karena takut dengar suara tembakan. Hingga akhirnya, aparat keamanan, terdiri dari TNI dan Polisi, melakukan pencarian di sekitar pondok dan menemukan istrinya. Keduanya langsung dibawa ke Mapolsek Torue, untuk dimintai keterangan.

Lalu apa kata pihak polisi, ketika koran ini, mengkonfirmasi ke Kabis Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto, pihaknya mengarahkan ke Polres Parimo.

“Dihubungi saja kapolres, mas,” ujarnya singkat, via aplikasi WA.

Sementara itu, Kapolres Parimo, AKBP H Sirajuddin Ramli, yang juga dihubungi via WA, menegaskan, kalau hal itu adalah kewenangan Polda untuk menjelaskan, dan dia juga menambahkan, kalau dalam kejadian itu, tidak ada yang ditembak, dan situasinya sudah aman dan terkendali.(mbh)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.