Diberi Batas Waktu 21 Januari

Polri Minta Kelompok MIT Poso Serahkan Diri

- Periklanan -

POSO -Satuan tugas (Satgas) Operasi Tinombala 2019, telah menyebarkan selebaran berisi imbauan agar daftar pencarian orang (DPO) kelompok teroris MIT Poso menyerahkan diri ke aparat keamanan terdekat (Polri/TNI) pada Sabtu (12/1) lalu.
Penyebarluasan selebaran tersebut dilakukan dengan menggunakan helikopter TNI di lokasi hutan pegunungan serta pemukiman penduduk di wilayah Poso Pesisir Bersaudara kabupaten Poso hingga kecamatan Sausu kabupaten Parigi Moutong. Imbauan itu menyerukan agar kelompok Ali Kalora diberi deadline untuk menyerahkan diri paling lambat tanggal 21 Januari 2019.
Terlihat ada sejumlah kalimat yang termuat dalam selebaran berukuran nyaris sebesar sampul majalah ini. Diantaranya “kami ingin berkumpul kembali bersamamu, cepatlah kembali kami tidak ingin resah akan keadaanmu disana”, “ingat, hidup hanya sekali harus bermanfaat dan berarti”.
Informasi yang diperoleh wartawan, selebaran yang dibagikan sedikitnya ada sebanyak 1.500 lembar. Selain bertuliskan kalimat penuh makna, selebaran juga memuat gambar foto ke-14 DPO kelompok teroris MIT Poso.
Diketahui, keberadaan kelompok MIT Poso kembali menjadi perhatian serius setelah peristiwa terbunuhnya seorang penambang di Dusun Salubanga, Desa Salubose, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong pada akhir Desember 2018.
Diduga pelaku pembunuhan warga asal Toraja Sulsel ini adalah kelompok Ali Kalora.
Belum ada keterangan resmi dari Polri dan pihak Satgas Tinombala terkait penyebaran imbauan permintaan DPO MIT Poso untuk menyerahkan diri. Wartawan diarahkan untuk mengkonfirmasi langsung ke Polda Sulteng.
Pelaksanaan Operasi Aman Tinombala di Poso dan juga Kabupaten Parigi Moutong yang terkesan dilakukan dalam sikap diam dan tertutup, khususnya kepada media massa, dikeluhkan wartawan yang bertugas di Poso. “Beda sekali. Untuk operasi Aman Tinombala 2019 ini kita sangat-sangat susah mendapatkan informasi. Sudah coba konfirmasi, tapi sulit untuk mendapatkan penjelasan,” ungkap sejumlah wartawan di Poso. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.