Dibangun Swadaya, Pangdam Resmikan Rumah Dinas Korem

- Periklanan -

GUNTING PITA : Ketua Pengurus Daerah Persit Kartika Chandra Kirana, yang juga istri Panglima Kodam Merdeka, Ganip Warsito menggunting pita tanda diresmikannya rumah dinas milik anggota Korem 132 Tadulako. (Foto: Agung Sumandjaya)

PALU – Keterbatasan anggaran negara menjadi salah penyebab masih banyak rumah dinas anggota TNI yang kondisinya memprihatinkan. Hal ini pula yang mendasari Danrem 132 Tadulako, berinisiatif melakukan renovasi rumah dinas prajurit Korem 132 Tadulako, dengan cara swadaya.

Hasilnya, 8 unit rumah dinas dalam satu barak, yang terletak di Kompleks Asrama Manggala II, Jalan Sudirman, Palu, berhasil direnovasi. Selasa (7/3) kemarin, rumah dinas yang telah direnovasi itu, diresmikan langsung Panglima Kodam XIII Merdeka, Mayjen TNI Ganip Warsito.

Dalam sambutannya sebelum menyerahkan kunci kepada prajurit yang mengisi rumah tersebut, Panglima Kodam (Pangdam) mengaku bangga kepada Danrem 132 Tadulako, yang telah berinisiatif menggagas pembangunan rumah dinas prajurit. Hal ini juga menjawab permasalahan anggota TNI, yakni rumah dinas, yang kondisinya memprihatinkan. “Ini bentuk dari tanggungjawab seorang pimpinan. Selain menjalankan apa yang memang sudah menjadi tugasnya,  juga memperhatikan kesejahteraan prajuritnya,” sebut Ganip Warsito.

- Periklanan -

Tidak semua komandan satuan, kata dia, bisa ada kepedulian terhadap bawahannya. Dia pun sangat berterimakasih atas dedikasi dari Danrem 132 Tadulako. Pimpinan atas TNI, lanjut Pangdam, termasuk dirinya, bukan tidak ingin membangun rumah dinas yang baru atau merenovasi rumah dinas anggota TNI yang ada, namun saat ini anggaran negara untuk pembangunan rumah dinas TNI memang sangat terbatas. “Siapa yang tidak ingin rumah-rumah dinas TNI, yang umumnya memang peninggalan penjajah Belanda, seperti yang ada di sini kita bangun kembali. Tapi anggaran untuk itu sangat terbatas. Kami pun di Kodam anggaran yang ada semua terserap untuk membangun dahulu Markas Kodam,” tuturnya.

Ganip juga memuji Danrem, yang dinilainya kreatif dengan tidak mengharapkan anggaran dari pusat. Namun bisa menggalang para pengusaha untuk secara swadaya ikut serta membangun rumah dinas ini. “Saya ucapkan terimakasih pula untuk para pengusaha. Semoga bantuan yang diberikan ini benar-benar bermanfaat. Begitu pula dengan anggota yang sudah ikut bekerja membangun kembali rumah dinas ini,” tandas Ganip.

Sementara itu, Danrem Kolonel Inf Muhammad Saleh Mustafa mengungkapkan, sejak 2015 yang lalu, sejumlah rumah dinas di Asrama Manggala II ini, sudah menjadi perhatian dari Mabes TNI, melihat kondisinya yang memprihatinkan. Tim dari pusat pun sudah turun melihat langsung kondisi barak peninggalan penjajah Belanda ini. “Namun karena ada yang lebih mendesak, sehingga anggaran yang disiapkan untuk pembangunan rumah dinas ini, dialihkan,” tuturnya.

Adapun total anggaran dalam pembangunan rumah dinas ini, senilai Rp400 jutaan, yang dari swadaya Korem 132 Tadulako dan bantuan para pengusaha. Sedangkan untuk pekerja bangunan, seluruhnya melibatkan anggota Korem 132 Tadulako. Peresmian sendiri ditandai pembagian kunci bagi personel yang menempati rumah dinas dan pengguntingan pita oleh Ketua PD Persit Kodam Merdeka. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.