Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Dianggap Pemimpin Idola, Aktivis Mahasiswa Papua Temui Ganjar

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PAPUA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diketahui berada di Papua untuk menghadiri pembukaan PON XX pada Sabtu (2/10) sekaligus memberikan dukungan langsung kepada atlet-atlet Jateng yang bertanding. Selama beberapa hari berada di Papua, Ganjar disambut baik oleh berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali mahasiswa.

Bahkan pada Minggu (3/10) pagi, para mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Papua tiba-tiba menyambangi penginapan Ganjar di Jayapura. Para aktivis dari GMNI, PMII, PMKRI, HMI, GMKI dan BEM Universitas Cenderawasih itu mengaku tak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu orang nomor satu di Jateng yang dikenal berprestasi dan dekat dengan masyarakat itu.

Kedatangan mereka sekaligus menyampaikan aspirasi bahwa Papua dan Jawa Tengah adalah saudara. Ganjar yang sedang sarapan pagi di resto hotel pun terkejut dan segera menemui para mahasiswa. Sambil ngopi, Ganjar dan mahasiswa itu terlibat obrolan gayeng selama dua jam lebih.

Pertemuan berlangsung hangat, dengan guyonan dan candaan mereka saling berbagi cerita dan pengalaman. “Kalian kuliah belum masuk kan? Terus aktivitas sehari-hari apa? Tidur sajakah? Pantas itu perutnya besar,” canda Ganjar pada salah satu aktivis mahasiswa yang membuat mereka terkekeh-kekeh.

Ketua GMNI Jayapura, Ricky Bofra mengatakan, sengaja menemui Ganjar untuk diskusi. Menurutnya Ganjar adalah salah satu pemimpin idola. Tak hanya membangun Jateng, Ganjar dinilainya banyak menginspirasi para pemuda di seantero negeri.

“Ketika beliau datang ke sini, ini momentum bagi kami berjumpa dan sharing ide, masukan dan gagasan dari beliau pada kami untuk membangun Jayapura ini,” jelasnya.

Ricky mengapreasiasi ide Ganjar untuk membentuk desa kembar antara Jateng dan Papua. Ia berharap persaudaraan Jateng dan Papua terus berlanjut untuk Indonesia.

“Kami teman-teman di Jayapura dan bersama saudara kita di Jawa Tengah, kami tetap bersaudara, salam satu Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Ketua PMII Jayapura, Mahfud mengatakan, Papua adalah miniatur Indonesia. Ia sendiri keturunan madura yang tinggal di Papua. “Kami ini simbol miniatur NKRI, meskipun kami berbeda tapi perbedaan suku ras agama tidak membuat kami terpecah belah,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ganjar memberikan masukan kepada para aktivis mahasiswa yang biasanya hanya bicara politik, untuk terjun ke wilayah kreatif dan konkret dalam membantu masyarakat. Di tengah pandemi ini, banyak hal yang bisa dilakukan para aktivis mahasiswa, baik membantu dalam bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya dan lainnya.

Aktivis mahasiswa juga diminta Ganjar membantu meningkatkan ekonomi kreatif di Papua yang memiliki potensi luar biasa. “Apa yang dilakukan kawan-kawan ini mesti solutif. Tidak perlu hal besar, kecil tidak apa-apa yang penting bermanfaat. Bisa mengembangkan ekonomi kreatif di sini, peningkatan pariwisata dan lainnya,” tegasnya.

Ganjar mengatakan telah menawarkan program desa kembar antara Jateng dengan Papua. Program itu harapannya dapat dikawal oleh para aktivis mahasiswa agar bisa berjalan lancar. Sebelumnya, Ganjar sudah berkunjung ke Kampung Yoka di Distrik Heram Kota Jayapura untuk menjalin kerja sama itu.

Dengan desa kembar harapannya desa-desa di Jateng dan Papua dapat saling belajar, bertukar pengalaman untuk memajukan daerah masing-masing. Selain mengobrol bersama aktivis mahasiswa Papua, Ganjar juga menyampatkan bertemu anak-anak muda kreatif Papua lainnya di salah satu kafe hits di Jayapura pada Minggu (3/10) malam. Berbagai isu dibahas dalam pertemuan itu. Mulai pengembangan industri kreatif, peran anak muda di era digital dan lain sebagainya. (jpg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.