Diancam Didemo, SMPN 6 Palu Dijaga Pol PP

- Periklanan -

Puluhan anggota Satpol PP Kota Palu berjaga di SMP Negeri 6 Palu, Rabu (19/7). (Foto: Safrudin)

PALU – Puluhan anggota Satpol PP Kota Palu, bersiaga di halaman SMP Negeri 6 Palu Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Selasa (19/7) kemarin. Satpol PP berjaga-jaga menyusul adanya informasi bahwa orang tua siswa yang anaknya tidak diterima masuk SMP 6 bakal mendatangi sekolah.

Kasat Satpol PP Kota Palu, Mohamad Arif Lamakarate mengatakan, kehadiran anggotanya di SMP 6 untuk melakukan antisipasi jika orang tua siswa jadi datang. Anggotanya bertugas menjaga situasi sehingga tetap aman dan tertib.

“Takutnya jangan ada yang memanfaatkan situasi. Namun tidak ada juga yang demo,” kata Arif kepada koran ini kemarin (19/7).

Sekali pun tidak ada orang tua siswa datang, Arif menegaskan pihaknya tetap berjaga-jaga di SMP 6 untuk menenangkan situasi dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. “Besok (hari ini, red) kita tetap pantau di SMP 6,” ujar putra mantan Wali Kota Palu Baso Lamakarate tersebut.

- Periklanan -

Pantauan koran ini di depan SMP Negeri 6 Palu, ada tiga unit kendaraan operasional Satpol PP parkir di pinggir jalan. Sementara puluhan anggota Satpol PP bersiaga di halaman sekolah. Ada pula yang duduk di mobil operasional untuk memantau situasi di sekitar sekolah.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Antar Lembaga Satpol PP Kota Palu, Gatot Winarto menerangkan, kedatangan personelnya untuk berjaga-jaga saja. Hari itu ada 2 regu anggota Satpol PP diterjunkan ke SMP 6. “Sekitar 60-an orang kekuatan kita hari ini,” kata Gatot ditemui di depan SMP 6 kemarin.

Sejak pukul 09.00 pagi, personel Pol PP sudah bersiaga di halaman SMP 6. Namun hingga pukul 12.30 Wita, tidak ada orang tua siswa yang melakukan protes ke sekolah.

Kepala SMP 6 Palu dan wakil kepala sekolah yang coba dikonfirmasi terkait hal itu, tidak berada di tempat. Menurut keterangan salah satu guru SMP 6, Bambang, hari itu memang ada rencana orang tua siswa datang ke sekolah untuk menanyakan kejelasan nasib anak mereka.

“Orang tua siswa tidak datang untuk demo. Sekadar mempertanyakan kenapa anaknya tidak diterima di SMP 6. Kan zona SMP ini hanya Birobuli Selatan dan Birobuli Utara. Jadi kenapa tidak terima masyarakat dari Kelurahan Petobo. Apakah karena mereka masuk zona SMP 21, sehingga tidak diterima lagi masuk SMP 6. Sebab tahun lalu anak dari Petobo dan Kawatuna masih bisa sekolah di SMP 6,” jelas Bambang.

Menanggapi hal itu, Kepala Disdik Kota Palu Ansyar Sutiadi mengimbau masyarakat khususnya orang tua, kiranya dapat memahami penerapan aturan mengenai sistem zonasi. “Ini sudah bagian dari dinamika turunnya kebijakan. Padahal untuk siswa asal Petobo dan Kawatuna yang jaraknya ke sekolah agak jauh, kita sudah siapkan dua unit bus yang siap antar jemput siswa untuk ke sekolah,” demikian Ansyar. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.