Diajnjikan Bangun Tower, Camat Pipikoro Ditipu 130 Juta

- Periklanan -

Ilustrasi (@jabar.pojoksatu.id)

SIGI-Berkedok sebagai tenaga teknis Telkomsel, dan mengaku akan membangun tower di wilayah Kecamatan Pipikoro Kabupaten Sigi, salah seorang pria yang beridentitas Christian Victor berhasil menipu Camat Pipikoro, Smart SPd, dan masyarakat yang ada di Kecamatan Pipikoro.

Dari data yang diperoleh, pelaku (Christian Victor, red) datang ke Kecamatan Pipikoro bermaksud untuk membangun tower jaringan 4G. Dihadapan camat, kades dan para masyarakat Christian mengaku sebagai Manager Region IV Telkomsel. Hal ini pun disambut baik oleh camat serta masyarakat yang ada di Kecamatan Pipikoro. Namun dibalik maksud baik itu tersembunyi sebuah niat jahat.

Pelaku pun meminta sejumlah uang muka, dengan alasan akan dipakai untuk membeli sejumlah material dalam rangka membangun tower tersebut. Camat pun memberikan uang tersebut sebesar Rp 100 juta kepada pelaku. Setelah menerima uang itu, pelaku yang merupakan residivis kasus yang sama di wilayah Batam, langsung melarikan diri dan membawa uang. Uang yang dibawa lari pelaku ini merupakan uang pribadi dari camat dan masyarakat.

- Periklanan -

Parahnya lagi, dalam kejadian itu bukan hanya camat dan masyarakat yang ditipu, salah seorang anggota TNI juga ikut tertipu. Bahkan camat juga sempat meminta kesediaaan Bupati Sigi Moh Irwan Lapatta untuk melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan tower berjaringan 4G nanti. Bupati pun menanggapinya dan mengaku bersedia untuk melakukan peletakan batu pertama dalam pembangunan tower. Menyadari dirinya sudah tertipu, Smart (Camat, red) langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sigi untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini sejumlah korban serta saksi sudah memberi keterangan, sebagai bahan untuk kita lakukan penyelidikan terhadap pelaku itu,” jelas Kapolres Sigi, AKBP Agung Kurniawan, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Sigi.

Agung mengatakan, saat ini pihaknya sedang mencari tahu keberadaan pelaku, dan sudah mengantongi identitas pelaku yang melakukan penipuan tersebut. Pelaku ini juga sudah pernah dihukum atau divonis dengan kasus yang sama di Pengadilan Negeri Batam. Dikatakan Kapolres, dana Rp 100 juta tersebut dikumpulkan dari seluruh desa yang ada di Kecamatan Pipikoro, diantaranya Desa Peana Rp 15 juta, Desa Pelempea Rp 63 juta, dan Desa Koja. Ditambah camat Rp 3 juta.

“Informasi terakhir pelaku sedang berada di wilayah Sulawesi Barat, namun untuk lokasi tepatnya anggota kami masih mencari tahu lebih dalam lagi,” pungkas Kapolres.(ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.