Di Sulteng, Pria lebih Bahagia Dibanding Wanita

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – April 2017 lalu, BPS melakukan Survei Pengukuran Tingkat Kebahagiaan (SPTK). Pendataan Lapangan dilakukan pada 5- 30 April. Untuk Sulteng Pelaksanaan SPTK 2017 mencakup 1.514 rumah tangga sampel yang tersebar di 13 kabupaten/kota, untuk estimasi level provinsi.

Hasilnya, Indeks Kebahagiaan Sulteng tahun 2017 yang dihitung dengan menggunakan Metode 2014, lebih tinggi dibanding 2014. Pada 2017 Indeks Kebahagiaan Sulteng tercatat sebesar 68,76. Sedangkan pada 2014 hanya sebesar 67,92.

“Dengan demikian, telah terjadi peningkatan indeks sebesar 0,84 poin,” jelas Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar, Selasa (15/8).

Lebih rinci Sarmiati, Kabid Statistik Sosial BPS Sulteng menjelaskan, Indeks Kebahagiaan Sulteng tahun 2017 sebesar 71,92. Besarnya indeks masing-masing dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan Sulteng yakni, Indeks Dimensi Kepuasan Hidup sebesar 71,14, terdiri dari Indeks Subdimensi Kepuasan Hidup Personal sebesar 63,86 dan Indeks Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial sebesar 78,42.

“Yang kedua adalah indeks Dimensi Perasaan (Affect) sebesar 70,08. Dan Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) sebesar 74,40. Seluruh indeks ini diukur pada skala 0-100,” jelasnya.

- Periklanan -

Indeks Kebahagiaan Sulteng 2017 masing-masing dimensi dan subdimensi memiliki kontribusi 34,80 untuk Kepuasan Hidup, dengan Subdimensi Kepuasan Hidup Personal dan Kepuasan Hidup Sosial, masing-masing 50 persen terhadap Kepuasan Hidup), Perasaan (Affect) 31,18 persen, dan Makna Hidup (Eudaimonia) 34,02 persen.

Bila diklasifikasi per wilayah, Indeks Kebahagiaan penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding penduduk yang tinggal di perdesaan. Nilai Indeks Kebahagiaan di perkotaan sebesar 75,60, sedangkan di perdesaan sebesar 70,46.

“Dilihat dari ketiga dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan, penduduk yang tinggal di wilayah perkotaan secara konsisten memiliki indeks yang lebih besar dibanding di wilayah perdesaan,” jelasnya lagi.

Pola yang serupa terdapat pada Indeks Subdimensi Kepuasan Hidup Personal yang menunjukkan bahwa penduduk di wilayah perkotaan memiliki indeks yang lebih tinggi (67,92). Namun, pola yang berbeda ditunjukkan pada Indeks Subdimensi Kepuasan Hidup Sosial. Pada subdimensi ini, penduduk yang tinggal di wilayah perdesaan memiliki indeks yang lebih tinggi (78,56).

“Kalau dilihat dari jenis kelamin, pria atau laki-laki lebih bahagia dibanding perempuan atau wanita,” sebutnya. Tercatat, indeks Kebahagiaan penduduk laki-laki sebesar 71,96, nilai ini lebih tinggi dibandingkan nilai indeks penduduk perempuan yang sebesar 71,88.

Dilihat dari tiga dimensi penyusun Indeks Kebahagiaan, terdapat pola yang serupa pada Indeks Dimensi Perasaan (Affect) dan Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia). Indeks Dimensi Perasaan (Affect) laki-laki lebih tinggi dari perempuan, masing-masing dengan indeks sebesar 70,32 dan 69,85. Indeks Dimensi Makna Hidup (Eudaimonia) laki-laki lebih tinggi dari perempuan, masing-masing dengan indeks sebesar 75,51 dan 73,33. Namun, pada Indeks Dimensi Kepuasan Hidup penduduk perempuan mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan penduduk laki-laki. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.