Di Pesparawi, Gubernur Berpesan Jaga Toleransi Umat Beragama

- Periklanan -

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola, didampingi panitia dan pihak Kemenag Sulteng, membuka secara resmi Pesparawi tingkat Provinsi Sulteng 2017, yang ditandai dengan pemukulan gong, Kamis (29/6). (Foto: Nendra)

PALU – Kegiatan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, resmi dibuka oleh Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola MSi pada Kamis (29/6) malam betempat di Palu Golden Hotel. Acara pembukaan malam itu berlangsung meriah.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan, semua patut bersyukur karena dapat bertemu dalam suasana kebersamaan seperti sekarang ini. Olehnya itu, Gubernur mengajak seluruh yang hadir agar menjadikan momen itu sebagai pertemuan yang benar-benar dapat memberikan motivasi dan komitmen bersama. Dengan begitu, toleransi antar umat beragama terus terpelihara yang penuh kasih dan sayang.

Pesparawi, kata Longki, telah menjadi iven kerohanian untuk mengenal satu sama lain dari berbagai suku, ras, dan daerah dari kabupaten dan kota di Sulteng. Di sini semua berkumpul sebagai masyarakat Sulteng yang cinta damai, yang saling menghormati dan bergandengan tangan, untuk menciptakan Sulteng yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Yang telah berhasil terus kita tingkatkan. Sementara yang belum berhasil, marilah bersama-sama memperbaiki dan kita selesaikan,” ajak Gubernur Sulteng di hadapan seluruh undangan dan peserta Pesparawi malam itu.

- Periklanan -

Menurut Gubernur, Pesparawi 2017 ini mengandung banyak nilai sosial, budaya, dan rohani. Di mana nilai-nilai tersebut sangat hakiki dan mengandung syukur kepada Tuhan. Pemerintah Provinsi Sulteng secara khusus, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Sulteng, bersama LPPD kabupaten dan kota atas terlaksananya Pesparawi tersebut.

Semua ini bisa terlaksana lanjut Gubernur, karena adanya kerja sama antar satu dengan yang lainnya. Ikatan Pesparawi kali ini bisa menjadi ikatan yang kuat antar sesama umat beragama. Karena ini juga merupakan misi dari Pesparawi, yaitu membangun hubungan baik antar umat beragama dengan pemerintah. Dan dari misi ini, masih kata Gubernur, akan membangun aspirasi. Kemudian dapat memupuk tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah kebhinekaan yang ada di tengah masyarakat.

“Dalam Pesparawi kali ini, yang juga terpenting dapat meningkatkan kesadaran dan toleransi umat beragama, kehidupan rukun dan damai, serta mampu mengembangkan seni budaya sekaligus memelihara budaya bangsa,” pesan Longki pada hajatan kesenian umat Nasrani tersebut.

Di samping itu, Longki juga mengingatkan agar para peserta Pesparawi harus tunduk pada peraturan yang ada. Sebab, semua perlombaan ada aturan mainnya. LPPD juga harus tegas, apabila ada yang tidak layak. Karena yang malu adalah semua nantinya, termasuk Gubernur.

“Juga kepada dewan juri, saya minta jangan sampai hilang kendali. Yang pantas menjadi tidak pantas, dan tidak wajar menjadi wajar. Sekali lagi saya ingatkan, jadilah juri yang profesional dan betul-betul berdedikasi, serta memiliki iman yang takut akan Tuhan,”ujar Longki mengingatkan dewan juri. (ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.