Di Palu, Tidak Banyak yang Bermiant KB Vasektomi

- Periklanan -

Ilustrasi (@merdeka.com)

PALU – Minat para suami untuk mengikuti program Keluarga Berencana (KB) Vasektomi atau Metode Operasi Pria (MOP) di Kota Palu, masih tergolong rendah.

Data di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Palu tahun 2016 menyebutkan, hanya ada 64 orang pria yang ikut KB vasektomi. Sedangkan data tahun 2017 hingga Mei, baru 62 orang yang mengikuti program tersebut. Untuk Juni dan Juli masih sementara proses pendataan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dr Farida H Ingolo M.Kes mengatakan, rendahnya minat kaum pria ikut program KB MOP dipengaruhi banyak faktor. Di antaranya paradigma atau pendapat para lelaki yang merasa malu kalau diketahui menggunakan vasektomi. Bahkan di kalangan masyarakat awam vasektomi ini dikenal dengan kebiri. Pemahaman ini sebenarnya salah, karena vasektomi menurut Farida bukannya alat vital pria dipotong, tetapi hanya saluran spermanya dicegah supaya tidak dapat membuahi wanita. Bahkan KB jenis ini tidak memengaruhi kesehatan dan keperkasaan seorang pria. Selain itu, faktior lainnya para suami mempunyai ego yang lebih tinggi, sehingga beranggapan istri saja yang melakukan KB.

- Periklanan -

“Biasa laki-laki usia 50 tahun ke atas ada keinginan. Tidak ada pembatasan sampai usia berapa untuk KB vasektomi. Karena laki-laki sampai kakek-kakek sekali pun masih bisa subur.  Berbeda dengan perempuan. Biasanya ada anggapan otot-ototnya sudah kendor tidak dapat punya anak, padahal tidak berpengaruh,” sebut Farida.

Dia menjelaskan, vasektomi ini bisa dilakukan dari kesadaran laki-laki itu sendiri, sehingga tidak menutup kemungkinan ada usia di bawah 50 tahun juga melakukan vasektomi. “Mungkin ada yang kasihan melihat istrinya, sampai KB terus-menerus atau memasang spiral,” lanjut Farida.

Farida juga menambahkan, pria atau suami disarankan untuk memakai kondom juga sangat rendah partisipasinya. KB vasektomi harus melalui meja operasi untuk mengikat saluran sperma tadi, tapi secara ilmu pengetahuan masih dapat dibuka kembali jika laki-laki tersebut ingin membukanya.

“Tapi belum tentu semuanya berhasil, namanya operasi kalau sudah sejak lama pasti ikatannya ikut melengket dengan daging, kecuali dilakukan pemotongan dan disambung kembali,” sebut Farida.

Masih kata Farida, suami yang melakukan operasi vasektomi juga tidak dalam keadaan yang emosi. Selalu diberikan pengertian sebelum operasi dan menandatangi perjanjian dengan tenaga kesehatan, untuk mencegah apabila pria tersebut menuntut ingin memiliki anak jika menikah kembali. “Karena ada kasus seperti itu pernah terjadi,” pungkasnya. (cr2)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.