Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Desa Wisata Jadi Tren Baru Pengembangan Wisata Indonesia

Dispar Sulteng Dukung Sigi Kembangkan Desa Wisata

PALU-Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs I Nyoman Sriadijaya MM yang diwakili Sekretaris Dispar Provinsi Sulteng, Drs H Suriaman MSi mengungkapkan adanya perubahan tren dalam pengembangan pariwisata di Indonesia. Di era sekarang kata Suriaman, pengembangan pariwisata tidak lagi dilakukan dengan rombongan yang besar, namun cukup dengan kelompok kecil dengan membina kawasan khusus sebagai desa wisata yang memiliki ciri khas tersendiri. Wisatawan kata Suriaman saat ini juga lebih tertarik pada wisata minat khusus yaitu  berinteraksi dengan masyarakat lokal yang memiliki kekhasan.

“Minat wisatawan terhadap destinasi wisata yaitu tumbuhnya motivasi perjalanan minat khusus yang menginginkan wisata kembali ke alam, interaksi dengan masyarakat lokal, telah mendorong pengembangan wisata pedesaan. Pariwisata pedesaan ini merupakan model pariwisata baru yang dikenal dengan pariwisata minat khusus atau Special Interest Tourism,” kata Sekretaris Dispar Sulteng, Suriaman saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Kajian Desa Wisata Kabupaten Sigi, di Gedung Pogombo, kompleks Kantor Gubernur, kemarin (3/10) sebagai tindak lanjut FGD Kajian Desa Wisata Kabupaten Sigi sebelumnya yang dilakukan bulan lalu.

Kabupaten Sigi lanjut Suriaman, memiliki kekhasan untuk dikembangkan sebagai desa wisata. Salah satu yang dimiliki Sigi kata dia ialah potensi agro wisata yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Suriaman mencontohkan Desa Wisata Nglanggeran yang baru saja dikunjunginya bersama Kepala Dispar Sulteng serta beberapa pemangku kepentingan lainnya untuk studi banding. Di desa itu sebelumnya kata Suriaman, masyarakatnya tidak percaya diri untuk memperkenalkan bahwa mereka berasal dari Nglanggeran. Namun kini setelah dikelola dan dikembangkan sebagai desa wisata, masyarakatnya kini bangga dengan desanya dan mempromosikan desa mereka sebagai desa wisata.

“Keberadaan desa wisata juga akan mendorong perekonomian lokal. Hal ini karena desa wisata mampu menyedot minat wisatawan untuk berkunjung yang pada akhirnya akan menggerakkan usaha masyarakat setempat. Desa wisata salah satu daya tarik wisata yang tumbuh dengan cepat hal ini karena desa wisata memiliki keunikan, perbedaan, nature, edukasi serta pemberdayaan masyarakat dalam perkembangannya,” terangnya.

Selain dihadiri pejabat Dispar Sulteng, seperti Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan, Hj Ulfa Nilawaty SSos MSi, serta Kepala Seksi lingkup Dispar Sulteng, FGD Diseminasi Kajian Desa Wisata Kabupaten Sigi ini juga dihadiri pelaku usaha pariwisata, Pemkab Sigi, DPRD Kabupaten Sigi, serta menghadirkan pemateri dari Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, yakni Dr Haryadi Darmawan MM, Dr Ananta Budhi Danudhara MSc, serta Lisda Lestarie MMPar. (saf)

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.