alexametrics Desa Duamayo Dianaktirikan Pemkab dan DPRD Buol – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Desa Duamayo Dianaktirikan Pemkab dan DPRD Buol

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

BUOL-Fasiltas jalan Desa Duamayo Kecamatan Bokat Kabupaten Buol, sangat menyedihkan. Susah sekali akses jalan menuju desa-desa tetangga yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol untuk dibiayai perbaikan maupun peningkatan di jalan ini.

Kini sudah mencapai 20 tahun lebih, tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Buol untuk diperbaiki. Saat ini kondisi jalan yang berjarak kurang lebih 8 kilometer itu memprihatinkan. Pasalnya, kerusakan jalan akibat longsor menyulitkan warga Desa Duamayo untuk menembus jalan ini.

Kendaraan roda dua tidak berarti apa-apa. Apalagi jika sudah musim hujan jalan menjadi becek dan berlumpur, serta licin. Banyak warga, baik aparat desa, pegawai guru dan siswa berjam-jam menuju ke sekolah maupun ke desa tetangga baru bisa tembus. Disebabkan kendaraan roda dua tidak bisa dipaksa lagi untuk melewati jalan ini, karena rusak berat terpaksa harus jalan kaki.

Dua periode atau 10 tahun kepemimpinan Bupati Buol Amirudin Rauf dan Wakil Bupati (Wabup) H. Abdullah Batalipu sebagai pengambil kebijakan dalam anggaran perbaikan jalan di desa itu hanya sebatas janji-janji yang tidak pernah diwujudkan.

Sehingga tidak sedikit masyakarat petani dan pekebun mengalami kekecewaan serta kerugian yang signifikan. Hasil panen tidak terjual dengan baik, putaran ekonomi pun lumpuh. Meski, cita-cita pemerintah pusat untuk pembangunan mulai dari desa hanya jadi cerita tanpa bukti, dan itu yang dialami desa yang berpenduduk kurang lebih 700 jiwa, selama dua periode pemerintahan Bupati dan Wabup Buol saat ini merasa dianaktirikan.

“ Bagaimana desa kami bisa berkembang jika jalan yang jadi urat nadi tidak diperhatikan Pemkab Buol dan dinas teknisnya, “ ungkap Barto Layuk, Kepala Desa (Kades) Duamayo Kecamatan Bokat pada Radar Sulteng, Minggu (03/07/2022).
 
Kades Barto mengatakan, Pemerintah Desa dan masyarakat sudah tidak terhitung lagi mengusulkan dalam setiap musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) baik kecamatan maupun kabupaten tapi hasilnya tetap tidak ada, dan kalaupun desakan itu penting pastinya hanya sebatas janji-janji dan hingga sekarang belum ada realisasi.

Demikian juga dengan anggota DPRD Buol, yang datang malakukan reses warga hanya meminta perhatian agar kondisi jalan menuju kabupaten dan desa tetangga diperbaiki. Minimal dilakukan penggusuran walaupun bukan di aspal. “ Walapun usulan desa sudah melalui anggota DPRD, tetap sama. Juga hasilnya nol besar, “ ujar Barto.
 
Dijelaskannya, kondisi petani pekebun di Desa Duamayo yang merupakan penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), ratusan ton hasil panen tiap tahun kurang dinikmati dengan baik. Penyebab utamanya faktor jalan yang rusak berat, dan sulit hasil pertanian warga dibawa ke pasar. Sehingga, tidak sedikit petani harus menggunakan tengkulak sebagai “bos” pembeli hasil panen dengan harga yang murah.

Lebih parah lagi, ketika panen jagung atau kelapa lambat dijemput pembeli saat transaksi berat timbangan sudah merosot. Meski demikian, masyarakat dan pemerintah desa meminta agar segera dilakukan perbaikan jalan minimal penimbunan. Sudah sebagian warga desa melakukan kerja bakti timbun jalan, namun becek lagi ketika hujan.

“ Inilah yang tidak dipahami oleh Pemkab dan DPRD. Sulitnya desa kami untuk berkembang seperti desa-desa lain, “demikian Kades Barto Layuk yang kala itu berada di kebun bersama petani desa.(tam)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.