Derita Pengungsi di Pantoloan yang Terendam Banjir

Alas Tidur dan Pakain Basah, Beras Berhasil Diselamatkan

- Periklanan -

DERITA pengungsi tidak ada henti-hentinya. Masih bertahan di tenda-tenda terpal, warga harus bergelut dengan banjir karena hujan deras sehari semalam.

- Periklanan -

MUGNI SUPARDI, Palu

Bekas rendaman banjir masih terlihat membasahi alas tenda dan beberapa barang-barang seperti pakaian, kasur dan barang lainnya. Tepatnya di perkampung Ovu Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Palu Utara, hampir ratusan kepala keluarga tidak tidur semalam suntuk karena siaga akan banjir. Hujan yang mengguyur Kota Palu sejak Senin hingga Selasa mengakibatkan pakain dan seluruh harta benda di dalam tenda basah.
“Kita hanya fokus menyelamatkan beras, tidak yang lain, kalau beras basah yah susah,” kata Agus, salah seorang pengungsi kepada Radar Sulteng.
Agus sedih selain pakain dan kasur yang tidak bisa diamankan saat hujan deras, juga peralatan sekolah anaknya.
“Kasian buku anak saya basah semua,” keluhnya.
Anak-anak balita pun diamankan di lokasi tertentu yang tinggi dari tanah saat hujan deras. Warga masih khawatir jika hujan kembali terjadi, apalagi mengingat cuaca pada hari ini (Kemarin, red) masih mendung.
“Tinggal dijemur semua ini pakain dan kasur, basah semua, tidak tahu mau buat apalagi,” lanjut Agus.
Respon Pemerintah Kota Palu dinilai warga lamban untuk mengevakuasi atau memberikan bantuan ke mereka. “Hari ini belum makan karena tenda sudah tidak bisa digunakan, apalagi perabotan dapur basah semua, berantakanlah, mau masak bagaimana begini kondisinya,” terangnya.
Terpisah Lurah Pantoloan, Ramli SE M Adm KP, mengungkapkan tenda pengungsi yang banjir sudah tidak layak lagi digunakan kembali pasca terendam air. Apalagi cuaca masih belum bersahabat. Dia mengakui sekitar 229 kepala keluarga (KK) di perkampungan Ovu dipersiapkan untuk dipindahkan ke hunian sementara (Huntara). Namun kondisi huntara ini juga masih belum siap 100 persen dihuni. Kondisi listrik dan airnya belum ada, tetapi toilet umumnya sudah ada. Pembangunannya pun masih sedang berjalan sebagian. “Tapi ada hampir seratusan kamar lebih yang siap digunakan, kalau air dan listrik diupayakan secepatnya,” terangnya di temui di Kantor Kelurahan kemarin.
Dari pantauan Radar Sulteng di huntara perkampungan Ovu, beberapa warga sudah mulai memilih-milih kamar dan membersihkannya. Ada yang sudah membawa barangnya. Di sekitar halaman huntara, terlihat beberapa buah tandom air rupanya masih tergeletak begitu saja.
Selain wilayah Ovu yang terkena dampak banjir karena intensitas hujan tinggi. Beberapa rumah warga juga ikut terendam di jalan Trans Sulawesi tepat di depan Pelabuhan Pantoloan. Air yang mengalir dari drainase meluap ke pemukiman dan bahu jalan.
“Ini luapan dari danau Sibili,” ungkap Adit, salah seorang warga.
Jalur trans Sulawesi tepat di depan pintu gerbang Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) juga berlumpur dan licin. Air yang naik ke badan jalan menyisahkan lumpur yang membuat kendaraan mengurangi laju kendaraannya.(acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.