Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Densus Amankan Tiga Terduga Teroris di Palu

TPM : Tidak Ada Bukti yang Mengarah ke Terorisme

PALU – Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 kembali mengamankan tiga orang yang diduga terlibat jaringan kelompok sipil bersenjata, yang masuk Data Pencarian Orang (DPO) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Ketiganya berinisial MA dan HS, Selasa (3/9) malam, yang diamankan di Jalan Touwa, Kecamatan Palu Selatan, sementara WI belum diketahui lokasi penangkapannya. Saat ini ketiga terduga pelaku tersebut masih akan diselidiki kebenarannya oleh aparat kepolisian.
Pihak Polda Sulteng bahkan telah membenarkan adanya penangkapan tersebut, terhadap dua orang warga kota Palu, yang diduga sebagai pelaku tindak pidana teroris di wilayah Kota Palu, Sulteng.
Dari informasi yang diterima dua orang tersebut, ditangkap Densus 88, di Jalan Towua, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Sulteng.
Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto, Rabu (4/9) menjelaskan, dari tangan kedua orang itu, polisi juga menyita senjata api. Namun Kapolda belum menjelaskan secara rinci, identitas kedua terduga, serta kronologi penangkapannya. “Kami masih selidiki ada tidak keterlibatan kedua warga tersebut dengan jaringan kelompok sipil bersenjata, DPO MIT pimpinan Ali Kalora,” ujarnya.
Diduga adanya keterkaitan dengan kelompok DPO MIT Poso, inisial MA dan HS yang tinggal satu kompleks kos tersebut diciduk Densus 88 anti teror. Dalam kos AR aparat mengamankan televisi, mesin jahit dan juga satu senapan angin. “Untuk dokumen-dokumen tidak ada satupun yang diamankan polisi malam itu,” kata RI (30) istri dari MA salah seorang terduga, di kantor AJI Kota Palu.
Kemudian di kamar kost milik HS diamankan sebuah panah dan juga anak panahnya. Penangkapan dilakukan saat keduanya masih tidur pulas. Saat itu aparat langsung mendobrak pintu lalu mengamankan MA, hal itu juga sama dilakukan saat penangkapan terhadap HS. “Saat itu saya langsung diminta untuk duduk. Saya juga dibilang melakukan kerjasama dengan suami saya. Seperti diintimidasi, seperti itu,” ujar RK (24) istri dari HS.
Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah, Andi Akbar, menyampaikan bahwa apabila melihat barang bukti yang diamankan dari kedua terduga ini tidak ada mengarah ke terorisme. Semua alat bukti yang diamankan tidak ada yang menunjukkan ke arah teroris. “Yang diamankan itu sebilah parang, handphone, televisi dan mesin jahit. Untuk senjata yang diamankan itu hanya senapan angin,” jelasnya.
Dirinya sangat keberatan dengan upaya penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian, karena tindakan terduga belum dipastikan, namun sudah dihakimi. Juga tindakan dilakukan tidak sangat prosedural. “Kalau untuk senapan angin itu memang sudah lama dimiliki MA. Penangkapan ada dua tempat namun satu tempat belum diketahui, yaitu yang diamankan inisial WI,” kata Andi. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.