Delis dan Djira Sepakat Berbagi Tugas

Bupati Akan Dengar Kesulitan Warga, Wabup Fokus Urus Birokrasi

- Periklanan -

PALU – Usai dilantik oleh Gubernur Sulteng Drs. H Longki Djanggola, MSi, di Palu, Jumat (30/4), Bupati dan Wabup (Wakil Bupati) Morowali Utara Dr. Dr. Delis Julkarson Hehi, Mars dan Wabup H. Djira, K. SPd, M.Pd. menyampaikan pidato resmi.

Jumat malam pada acara syukuran sekaligus buka puasa bersama atas pelantikan Bupati Delis mengemukakan, ia dan Wakil Bupati H. Djira sudah sepakat berbagi tugas dalam menjalankan pemerintahan agar efektif dalam mewujudkan visi dan misi menjadikan Morut Sehat, Cerdas dan Sejahtera (SCS).

“Bapak wakil bupati akan fokus mengurus birokrasi dan saya akan banyak turun ke desa-desa mendengar dan menanyai warga apa kesulitan dan kebutuhan mereka untuk ditangani Pemda. Kami akan tancap gas full. Tak ada santai-santai,” ujarnya.

Delis yang didampingi H.Djira di atas panggung dengan sama-sama menggunakan kemeja koko putih, mengajak seluruh warga Morut untuk bergerak bersama-sama.

“Yang tidak mau bergerak sama-sama, silakan pinggir diri dulu. Kita mau bergerak dengan orang yang mau begerak. Mari kita semua satukan hati dan tekad untuk Morut yang sehat, cerdas, sejahtera,” ujar Delis lagi.

- Periklanan -

Ia juga menegaskan bahwa kemenangan Delis-Djira dalam Pilkada adalah kemenangan rakyat. Begitu banyak keringat, air mata dan materi yang ditumpahkan rakyat dalam perjuangan ini.

“Kami berutang kepada masyarakat Morut dan satu-satunyan cara kami membayarnya adalah bekerja sekeras-kerasnya untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Delis.

Senada dengan itu Wakil Bupati H.Djira.K mengatakan bahwa Delis-Djira tidak akan membubarkan tim-tim relawan, karena para relawan inilah yang akan mengawal Bupati-Wabub dalam mewujudkan visi dan misi.

“Tim relawan dibantu semua masyarakat akan mendampingi kami untuk memastikan apakah visi dan misi berjalan baik atau tidak, efektif atau tidak dan berhasil atau tidak,” ujarnya.

Kepada para Aparatur Sipil Negara lingkup Pemkab Morut, Wabub menegaskan bahwa para ASN tidak ada lagi istilah pemanasan mesin.

“Kita harus tancap gas. Saudara-saudara yang mesinnya tidak bisa dipanaskan, lebih baik minggir dulu. Tak ada pilihan lain, visi misi Delis-Djira harus jalan,” ujarnya. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.