alexametrics Delis -Djira Menang Dua Kali – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Delis -Djira Menang Dua Kali

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MORUT – Pemilihan Suara Ulang (PSU) Pilkada Morowali Utara 2020 berakhir sukses, Senin (19/4) sore. Berdasarkan hasil perhitungan cepat, pasangan calon 01 Delis Julkarson Hehi – H Djira Kendjo unggul 607 suara,

Kemenangan paslon berjargon DIA pada PSU tersebut, melengkapi kekalahan paslon 02 Holiliana-H Abudin Halilu (HANDAL) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Morut yang digelar pada 9 Desember 2020.

Data perolehan suara dari hasil PSU pada TPS 01 Peboa Kecamatan Petasia Timur dan TPS 01 Menyoe Kecamatan Mamosalato, serta hasil pemungutan suara pada TPS Khusus di kawasan PT Agro Nusa Abadi (ANA) sudah beredar sore kemarin.

Pada tabel berlogo KPU Morut, di TPS 1 Peboa DIA meraup 128 suara, sementara HANDAL memperoleh 320 suara. Jumlah totalan sebanyak 488 suara itu diperoleh dari 88,89 persen partisipasi pemilih. Sementara DPT pada TPS ini sebanyak 504 pemilih.

Kemudian di TPS 1 Menyo’e, jumlah partisipasi pemilih hanya mencapai 82,8 persen atau sebanyak 308 pengguna hak pilih dari jumlah DPT seluruhnya yakni 372 pemilih. Di tempat ini DIA meraup 262 suara sementara HANDAL hanya dapat berpuas diri pada jumlah 46 suara.

Bergeser ke TPS Khusus Rayon I PT ANA, DIA kembali unggul dengan raihan 102 suara, disusul HANDAL pada angka 51 suara. Meski penyelenggara dan pihak perusahaan sudah melakukan sosialisasi terhadap karyawan, namun kenyataannya angka partisipasi pemilih cuma sebatas 86,44 persen atau hanya digunakan oleh 153 pengguna hak pilih dari total DPT sebanyak 177 pemilih.

Berbeda pada TPS Khusu Rayon II PT ANA, angka partisipasi pemilih meningkat sebanytak 95,27 persen atau dimanfaatkan oleh 322 pengguna hak pilih dari total DPT sebanyak 338 pemilih. Sementara satu surat suara dinyatakan tidak sah.

Dari pemilihan di TPS Khusus Rayon II itu, DIA lagi-lagi unggul tipis dengan raihan 165 suara. Sedangkan pasangan HANDAL terpaksa gigit jari dengan perolehan 157 suara.

Namun hasil akhir perhitungan KPU Morut itu akan diresmikan melalui Rapat Pleno penetapan paslon terpilih pada 21 April 2021 mendatang.

Klaim perolehan akhir PSU Pilkada Morut 2020 juga disiarkan tim Media Center Delis & Djira. Berdasarkan Form C1 KPU, paslon DIA meraih suara terbanyak pada PSU dengan total perolehan suara 1.255 dan Handal 574.

Atas kemenangan berturut itu, Delis di hadapan pendukungnya di Desa Peboa, Senin sore mengucapkan terima kasih kepada tim pemenangan, tim koalisi dan relawan serta masyarakat Morut atas seluruh doa, dan kerja kerasnya.

Delis juga menyampaikan terima kasih kepada penyelenggara pilkada, aparat keamanan, pemerintah daerah dan semua stakeholders Pilkada Morut sehingga PSU kali ini berjalan sukses.

Meski kalah di Peboa, Delis tetap berbangga hati, sebab angka 128 itu adalah angka yang sama pada pemilihan 9 Desember 2020.

“Hasil PSU ini, sekali lagi membuktikan bahwa kekuatan doa dan nurani mengalahkan kekuatan uang,” katanya.

Sebelum menyampaikan pernyataan pers yang disaksikan seribuan orang pendukung, Delis bersujud syukur dan doa bersama tim sukses di Posko D1A Desa Peboa.

Dari pantauan Radar Sulteng kemarin, Wakil Gubernur Sulteng H. Rusli Dg Palabbi langsung memantau jalannya PSU di TPS Khusus Rayon II. Wagub datang bersama Kapolda Sulteng Irjen Pol Abdul Rakhman Baso, Komandan Korem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, Pj Bupati Morut Yopie Morya Immanuel beserta unsur forkopimda serta pejabat terkait lainnya.

Sebelumnya, rombongan pejabat tersebut juga mengunjungi dan melakukan pengecekan langsung PSU di TPS 1 Peboa.

Masih di TPS Khusus Rayon II PT ANA, Rahman (45) salah satu karyawan PT ANA ditemui Radar Sulteng usai menggunakan hak pilihnya mengaku lebih lega.

Menurut Rahman, dia tidak mencoblos pada 9 Desember 2020 bukan karena merugi jika harus mengeluarkan biaya Swab. Akan tetapi warga Desa Towara, Petasia Timur, itu ternyata takut terhadap metode pelacakan virus Covid-19 itu.

“Lalu saya tidak mencoblos karena takut di-swab,” ungkapnya. (ham)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.