Delapan Titik Jalan Poros Loli Tertimbun Material

- Periklanan -

DONGGALA – Hujan lebat yang terjadi sejak Senin (21/1) kemarin menyebabkan sejumlah tebing di sepanjang jalan Poros Palu Donggala tepatnya di Desa Loli Longsor. Material longsor itu menutupi seluruh badan jalan. Selain longsor, hujan lebat juga menyebabkan material dari gunung hanyut terbawa air dan menutupi badan jalan.

Tercatat sedikitnya ada delapan titik jalan yang tertutup material. Hal itu sempat membuat arus lalu lintas terhenti total. Pasalnya volume material yang menutupi jalan cukup besar sehingga kendaraan tak bisa melewatinya. Untungnya sejak pagi hari kemarin, sejumlah alat berat milik perusahaan tambang galian C langsung membersihkan material di badan jalan tersebut.

Dari pantauan Radar Sulteng, warga setempat dan puluhan personel dari Polres Donggala turut membersihkan material menggunakan cangkul dan sekop. Hingga siang hari, proses pembersihan material masih terus dilakukan. Titik terakhir yang dibersihkan yakni di kelurahan Kabonga Besar. Satu unit alat berat juga diturunkan di lokasi tersebut. Pasalnya tumpukan material cukup menyulitkan kendaraan untuk melintas.

- Periklanan -

Kapolsek Banawa, Iptu Fadli yang juga turun langsung ke lokasi mengungkapkan, longsor dan penumpukan material di badan jalan itu sudah terjadi sejak pukul 03.30. Kapolsek mengatakan puluhan personel sudah berada di lokasi sejak pagi hari untuk membantu proses pembersihan. “Selain membersihkan anggota lain juga mengatur arus lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan yang sangat panjang,” katanya.

Sementara itu warga setempat, Taslan (38) mengatakan, penumpukan material ke badan jalan akibat terbawa air tersebut sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 2003. Taslan menjelaskan, di lokasi itu terdapat alur sungai kecil yang kering. Namun ketika ada hujan lebat, sungai kecil itu tetap dialiri air beserfa material dari gunung. “Jadi material ini berasal dari alur sungai yang kering ini. Harusnya dibuatlan jembatan kecim atau plat deker supaya ketika hujan lebat, air dan material itu tidak lewat di atas jalan,” terangnya.

Di lokasi itu memang terdapat alur sungai kecil. Hal itu ditandai dengan adanya bronjong yang sudah hampir tertimbun oleh material. Arus lalu lintas akhirnya kembali berjalan normal sekitar pukul 13.25. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.