Debitur BSI Cabang Palu Digugat ke Pengadilan

- Periklanan -

PALU-Salah seorang debitur dari PT. Gasmindo Utama, Ny Neritan, telah digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Palu oleh penggugat Ny Suciati. Gugatan ini terkait dengan perkara perdata Wanprestasi.

Kepada Radar Sulteng, Minggu (4/7), kuasa hukum Ny. Suciati, Salmin Hedar, SH, dari kantor Law Office Salmin Hedar & Associates, membenarkan, bahwa debitur atas nama Ny Neritan (PT. Gasmindo Utama) berkantor di kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) digugat ke pengadilan Negeri Palu oleh Ny. Suciati.

Diterangkan Salmin Hedar, agunan yang dijaminkan bukanlah milik PT. Gasmindo Utama, meskipun ada Akta jual beli agunan tersebut antara Tirsa Lasama itu hanyalah formalitas, karena sebelumnya telah terbit Akta Perjanjian No. 110 tanggal 12 Oktober 2016 yang dibuat oleh dan dihadapan Notaris Saharuddin Syarief, SH, M.Kn, di Palu.

Isi Akta Perjanjian tersebut, menyatakan “Bahwa sertifikat Hak Milik No. 2652/Petobo dan sertifikat Hak Milik No. 2653/Petobo yang statusnya menjadi SHGB No. 00960/Petobo dan SHGB No 00961/Petobo atas nama PT. Gasmindo Utama haruslah dikembalikan dan dibalik nama kembali atas nama Suciati, setelah dibitur tersebut melunasi kewajibannya terhadap kredit/hutang yang diberikan oleh PT. Bank Negera Indonesia (BNI) Syariah Cabang Palu yang sekarang menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) yang di take over dari Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Balikpapan, serta debitur tersebut bertanggungjawab atas pembayaran kredit penggugat (Suciati) yang ada di BNI Cabang Balikpapan yaitu agunan SHM No. 2383/Lolu Utara, SHM No.80/Lolu Utara, SHM No. 81/Lolu Utara itu pula harus dikembalikan kepada Penggugat (Suciati)”.

- Periklanan -

Terhadap agunan tersebut di atas, kata Salmin Hedar, telah menjadi objek sengketa (Wanprestasi) dalam perkara Perdata No.45/Pdt.G/2021/PN.Pal tanggal 3 Juni 2021, dimana sdr. Herij beralamat di Jakarta (Tergugat I) karena sakit ada pengampunan kepada isterinya atas nama Tirsa Lasama dan Ny. Neritan beralamat di Kota Bitung Provinsi Sulut (Tergugat II), yang kedua tergugat tersebut telah hadir dipersidangan di PN Palu, Rabu (30/6).

“ Atas perkara tersebut, penggugat (Suciati) telah melakukan permohonan penundaan lelang, karena dianggap kredit macet (bad credit) oleh BSI Cabang Palu, “ ungkap Salmin.

Disebutkan Salmin, sidang kasus ini sudah berlangsung satu kali, atau sidang perdana, yaitu pada hari Rabu 30 Juni 2021, dan akan dilanjutkan kembali pada hari Rabu 14 Juli 2021.

Jika benar BSI Cabang Palu akan melelangnya, maka diimbau kepada masyarakat untuk menangguhkan minatnya membeli SHGBN No 00960/Petobo dan SHGB No.00961/Petobo atas nama PT. Gasmindo Utama karena masih dalam perkara perdata pada PN Palu, demi menghindari tuntutan hukum dan kerugian dari calon pembeli.

“ Secara lisan, atas permohonan penundaan lelang tersebut, BSI menyampaikan kepada kami selaku kuasa hukum tetap akan melakukan proses lelang sesuai prosedur yang ada pada Bank dan kepentingan pihak Bank atas kredit macet tersebut yang jumlahnya miliaran rupiah. Kalau demikian halnya, seharusnya BSI melakukan intevensi (pihak ketiga) terhadap perkara Perdata tersebut. Namun hal ini tidak dilakukan oleh pihak BSI. Itu artinya, secara hukum BSI mengakui dalil gugatan Penggugat, sehingga harus ditunda lelang menunggu sampai adanya putusan yang berkekuatan hukum tetap, “ pungkas Salmin Hedar.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.