Data Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Sulteng Tidak Akurat

- Periklanan -

Ilustrasi salah satu kunjungan wisata bahari di Kabupaten Tolitoli, pekan lalu. (Foto: Disparekraf Sulteng)

PALU – Untuk perencanaan program pembangunan, maka data yang valid dan akurat akan menjadi sangat penting. Terkait hal itu, Provinsi Sulawesi Tengah belum memiliki data yang akurat khususnya data jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnu) ke sejumlah destinasi wisata yang ada di Sulteng. Demikian diungkapkan Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar, Senin (4/9).

Faizal mengakui, selama ini belum bisa mendapatkan data yang akurat tentang jumlah kunjungan Wisman dan Wisnu ke daerah ini. “Sebab, data yang kami dapatkan selama ini, yang dirilis setiap bulannya, hanyalah data jumlah tamu yang menginap di hotel bintang,” ujar Faizal.

- Periklanan -

Pendataan kunjungan Wisman dan Wisnu ke sejumlah destinasi wisata melalui Bandar Udara juga dipastikan tidak akan bisa mendapatkan jumlah yang valid. Sebab, kunjungan Wisman dan Wisnu ke sejumlah destinasi wisata di daerah ini melalui pintu masuk Bandara di daerah-daerah tetangga, yakni seperti Bandara Udara di Gorontalo, Manado, dan Kendari, Sulawesi Tenggara, serta beberapa Bandara di provinsi tetangga lainnya. “Contohnya, Wisman dan Wisnu dari Wakatobi, langsung perjalanan darat ke berbagai destinasi wisata di Sulteng,” sebut Faizal.

Tidak adanya data akurat soal akurasi data Wisman dan Wisnu, diakui oleh Kadis Pariwisata Provinsi Sulteng Ardiansyah Lamasituju. Meski demikian, pihak Dinas Pariwisata tetap berupaya agar kedepan data jumlah Wisman dan Wisnu serta data lama tinggal di berbagai destinasi wisata di daerah ini, bisa didapatkan dengan valid.

Senada dengan Faizal Anwar, Ardinasyah juga menyebut bahwa data yang valid tersebut, sangat penting dalam rangka penyusunan program peningkatan jumlah kunjungan Wisman dan Wisnu ke Sulteng. “Intinya, kita ingin ke jumlah kunjungan lebih banyak dan lebih lama tinggal di daerah kita. Karena itu, kami minta masukan dari BPS, bagaimana cara dan metodologi agar data kunjungan itu bisa kita dapatkan dengan akurat,” ujar Ardiansyah.(ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.