Dapat Bantuan Alkon Langsung Olah Lahan

Dari Pembaca Pontianak Post, Yayasan Bakti Suci dan Dompet Ummat

- Periklanan -

SIGI – Dua lagi petani penyintas asal Desa Jonooge yang terdampak likuifaksi berusaha bangkit. Setelah mendapat bantuan mesin pompa (alkon) dari pembaca Pontinak Post, Yayasan Bakti Suci dan dompet ummat langsung mengolah lahan yang mereka miliki. Sebelumnya, kedua petani ini tinggal di tenda pengungsian dan pada akhirnya kembali menggarap lahan setelah mendapat bantuan mesin pompa air.

Ditemui Radar Sulteng, Selasa (30/7)  Syaiful Munir mengaku, bersyukur bisa menggarap lahan yang sempat terlantar akibat bencana gempa bumi pada 28 September 2018 lalu. Rasa syukur pertama kata Munir, demikian biasa rekannya menyapa karena masih diberikan umur panjang atas musibah yang memilukan tersebut. ‘’Anggaplah musibah lalu sebagai cobaan hidup. Tidak boleh menyerah dan terus berusaha menekuni pekerjaan sebagai petani. Kita harus bangkit,’’ kata Munir sambil mengairi lahan menggunakan mesin bantuan tersebut.

Lahan seluas sekira seperempat hektar katanya, akan ditanami tomat. Selain itu, juga akan tanam kacang panjang dan daun seledri. Hampir semua petani yang menggarap lahan katanya, harus menggunakan sumur dan disedot menggunakan mesin alkon. Tantangan lain kata Munir, bagi petani di wilayah Kabupaten Sigi harus membuat pagar untuk menjaga serbuan ternak liar. ‘’Banyak ternak sapi yang dilepasliarkan. Sudah sering petani mengeluh ke pemerintah tapi belum ada tindakan nyata,’’ ungkapnya.

- Periklanan -

Hal senada dikatakan Karsin yang juga menerima bantuan mesin Alkon bahwa, ternak sapi yang dilepasliarkan membuat petani kadang patah hati. Sudah banyak tanaman palawija maupun sayur-mayur hanya dalam sekejap ludes dimakan ternak yang dilepasliarkan. Karsin hanya bisa berharap kepada pemilik ternak untuk dapat mengandangkan sapinya. Solusi lain kata Karsin, petani harus membuat pagar terlebih dahulu sebelum lahan yang akan digarap ditanami sayur-mayur.

Sebelumnya perwakilan manajemen Pontianak Post Khairul Rahman yang datang langsung ke lokasi bencana mengatakan, program pembuatan sumur pompa (Alkon) dilakukan setelah pihaknya melakukan survei langsung ke wilayah Kabupaten Sigi. Luasnya lahan pertanian di kabupaten Sigi pasca terjadinya musibah gempa bumi menjadi lahan tidur akibat kekeringan. Satu-satunya sumber air dari Irigasi Gumbasa tidak bisa lagi berfungsi akibat rusak berat. Sepanjang jaringan irigasi terbelah-belah dan membutuhkan waktu lama untuk perbaikan.

”Atas usul dan masukan para petani akhirnya pembuatan sumur pompa dilakukan agar para petani bisa menggarap kembali lahan miliknya,” demikian ungkap Khairul saat ditemui di Palu. (Ndr)

 

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.