Danramil Gadungan Ditangkap di Tolitoli Setelah Menipu di Gorontalo

- Periklanan -

Nanang, yang juga diketahui sebagai TNI gadungan dan menipu di Gorontalo, saat diamankan dikantor Polisi Militer Tolitoli bersama istrinya. (Foto:YuslihAnwar)

TOLITOLI – Selesai sudah petualangan Nanang (51), yang sehari-harinya mengaku sebagai seorang Komandan Rayon Militer (Danramil) di wilayah Bali. Dia ditangkap anggota Koramil Baolan, Kabupaten Tolitoli, setelah sempat melakukan berbagai penipuan terhadap sejumlah warga di Bualemo, Provinsi Gorontalo.

Pria yang ternyata TNI gadungan ini, ditangkap tanpa perlawanan bersama istrinya, sehari setelah tiba di Kota Cengkeh tersebut. Sebelumnya, pihak Koramil Baolan telah melakukan koordinasi dengan pihak Kodim Buol Tolitoli, terkait adanya pelaku penipuan yang juga TNI gadungan, hendak melarikan diri ke Kabupaten Tolitoli.

“Sebelumnya kami mendapatkan laporan dan informasi dari teman di Koramil Bualemo, lalu kami kembangkan di sini. Sesuai dengan ciri-ciri dan kendaraan yang digunakan, kami temukan lah yang bersangkutan di wilayah Lonti bersama dengan istrinya,” jelas Danramil Baolan, Kapten Umar Ali kepada media ini usai mengamankan pelaku di Kantor Polisi Militer.

- Periklanan -

Dijelaskan Kapten Umar, pelaku Nanang yang juga mengaku berpangkat Kapten itu diamankan dari sebuah rumah di lingkungan Lonti, Kelurahan Baru, saat baru sehari tiba di Tolitoli. Yang bersangkutan berhasil terdeteksi keberadaannya berkat informasi dari warga setempat yang menghubungi pihak Koramil. “Rencananya, pelaku hanya transit di sini,” kata Kapten Umar.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimannya, sebelumnya pelaku yang mengaku betugas sebagai Danramil di wilayah Bali. Kemudian telah melakukan penipuan terhadap beberapa orang di Gorontalo. “Karena merasa dirugikan oleh TNI gadungan ini, makanya korban melaporkan kasusnya ke pihak TNI,” terangnya.

Diterangkan Umar, pelaku yang telah menipu beberapa orang dengan nilai ratusan juta ini, mengelabui korbannya dengan cara meminta uang dengan alasan jika barang antik berupa samurai laku, maka uang tersebut akan diganti dua kali lipat jika barang yang dimaksud berhasil terjual.

“Jadi si pelaku ini minta uang sebagai pinjaman keperluan pengurusan penjualan barang antik. Ia mengaku selain sebagai aparat TNI ia juga berpengalaman menjual barang antik. Namun uang tersebut digunakan untuk hura-hura. Merasa ditipu korban pun akhirnya melaporkan hal tersebut,” jelas Umar.

Karena hal tersebut merupakan tindak pidana, menurut Umar, pihaknya hanya mengamankan pelaku di Kantor Polisi Militer sebagai akibat mengaku sebagai aparat TNI. Selanjutnya pelaku akan diserahkan ke Polres Tolitoli untuk diproses hukum lebih lanjut. Menurutnya, pihaknya akan menyerahkan pelaku bersama dengan istrinya serta sebuah mobil jenis Daihatsu Xenia warna putih dengan plat nomor DM 1995 AH dan pakaian TNI serta beberapa dokumen kepada aparat kepolisian. (yus)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.