Dandim Catur Prioritaskan Jaga Keamanan Poso

- Periklanan -

POSO- Komandan Kodim (Dandim) 1307 Poso yang baru, Letkol Inf Catur Sutoyo berkomitmen untuk menjaga keamanan dan kedamaian Poso sebagaimana yang ada sekarang. Agar daerah eks konflik ini tetap aman dan kondusif, pejabat pengganti Letkol Dody Trio Hadi ini mengangkat keamanan Poso sebagai prioritas tugasnya. “Tugas prioritas saya sebagai Dandim adalah menjaga keamanan Poso. Supaya masyarakat bisa dengan bebas dan nyaman beraktifitas,” jelas Letkol Catur, saat gelar silaturahim dengan jurnalis Poso dan Tojo Unauna. “Kalau aman, pemdanya kan bisa membangun mensejahrerakan masyarat,” lanjut perwira yang meniti karier militer sejak Letda-Letkol di Korps Baret Merah (Kopassus) ini. 
Dijelasakan Catur, menjaga keamanan Poso merupakan tugas semua pihak. Tak cuma menjadi tanggung jawab TNI/Polri saja, tapi juga kewajiban masyarakat dan pemerintah daerah. “Tentu sesuai dengan porsi masing-masing. Yang pasti menjaga keamanan Poso menjadi tugas kita bersama, termasuk pers,” jelas mantan Danyon Kopassus ini. Guna Poso yang kondusif, Letkol Catur menyatakan siap bekerjasama dengan Polri, pemda, tokoh masyarakat/agama, elemen masyarakat, dan pers. 
Terkait keberadaan pers di Poso, Catur mengakui bahwa posisi pers dalam membangun Poso yang lebih baik sangat penting. Apalagi dalam konteks membentuk image Poso di luar daerah, pers punya peran dan pengaruh sangat besar. “Kasus kriminal di Poso tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan yang terjadi di Jakarta atau pun Bandung. Tapi, kalau ada satu orang saja meninggal di Poso karena kasus kriminal, beritanya sangat heboh di luar. Berita Poso selalu menjadi berita nasional dan bahkan internasional,” ungkap perwira menengah dua bunga melati di pundak yang baru dua bulan menjabat Dandim Poso ini. Mengakui penting dan besarnya pengaruh pers, Dandim Catur mengajak wartawan di Poso untuk bermitra bagus dengan Kodim 1307. “Tentu bekerjasama untuk membangun Poso yang lebih baik,” tandasnya. Karena pengaruh yang besar, alumnus Akmil tahun 2000 ini berharap wartawan selalu bekerja dengan kode etiknya. “Memberitakan yang nyata dengan fakta, bukan berita hoax,” tutup dia. (bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.